POLEMIK KOPERASI DESA MERAH PUTIH: ANTARA PEMBERDAYAAN EKONOMI DAN TANTANGAN DEMOKRASI DESA
DOI:
https://doi.org/10.2238/8r8hhw41Keywords:
koperasi desa merah putih, demokrasi desa, desentralisasi, elite capture, pemberdayaan ekonomiAbstract
Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) dirancang pemerintah sebagai sarana pemberdayaan ekonomi berbasis desa, namun implementasinya memunculkan polemik terkait relasi kekuasaan di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kelembagaan Kopdes MP dalam perspektif sistem politik Indonesia serta mengidentifikasi tantangan demokrasi desa yang muncul akibat kebijakan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis kebijakan, bersumber dari kajian, regulasi pemerintah, dan pemberitaan media nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kopdes MP berpotensi memperkuat kapasitas ekonomi desa, tetapi di sisi lain berisiko menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara struktur koperasi dengan lembaga demokrasi desa seperti musyawarah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta membuka peluang dominasi kepentingan elite politik local maupun pusat dalam pengelolaan kebijakan. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan partisipasi masyarakat dan transparasi dalam tata kelola program sebagai upaya menjaga keseimbangan antara tujuan pemberdayaan ekonomi dan prinsip demokrasi desa.References
Eaton, K., Kaiser, K., dan Smoke, P. (2011). The Political Economy of Decentralization Reforms: Implications for Aid Effectiveness. Washington, D.C.: World Bank.
Fox, J. (1996). How does civil society thicken? The political construction of social capital in rural Mexico. World Development, 24(6), 1089–1103.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2026). Peraturan Menteri Desa tentang Pedoman Pembentukan dan Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih. Jakarta: Kemendes PDTT.
The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research. (2026). Policy Assessment 2026 – Koperasi Desa Merah Putih dan Tantangan Demokrasi. Jakarta: The Indonesian Institute.
Antlöv, H. (2003). Village government and rural development in Indonesia: The New Democratic Framework. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 39(2), 193–214.
Eko, S., Rasyid, M.R., Adiwibowo, S., dkk. (2014). Desa Membangun Indonesia. Jakarta: Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Antara News. (2026, 6 Juli). Politik kemarin: Hubungan Indonesia-Singapura hingga isu PHK Tokopedia. Diakses dari https://www.antaranews.com
Kompas.com. (2026). Sorot Politik: Kilas Parlemen dan Kebijakan Desa. Jakarta: PT Kompas Cyber Media.
Ribot, J. C. (2004). Waiting for Democracy: The Politics of Choice in Natural Resource Decentralization. Washington, D.C.: World Resources Institute.

