INTEGRASI PEMANENAN AIR HUJAN PADA SISTEM FASAD TERMO-AKTIF: ANALISIS EFISIENSI ENERGI DAN KONSERVASI AIR PADA BANGUNAN HOTEL TROPIS

Authors

  • Natalia Sari Pujiastuti Universitas Semarang Author
  • Gunawan Bima Kusuma Universitas Semarang Author
  • Ika Fistiana Universitas Semarang Author
  • Nayla Rahma Sari Universitas Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/tq9jrj96

Keywords:

Thermo-Active Wall, Rainwater Harvesting, bangunan hotel tropis, efisiensi energi, arsitektur berkelanjutan

Abstract

Bangunan hotel di wilayah tropis menghadapi tantangan besar terkait konsumsi energi pendinginan ruang dan kebutuhan air bersih yang tinggi. Tingginya intensitas radiasi matahari menyebabkan peningkatan suhu ruang yang signifikan sehingga penggunaan sistem pendingin udara menjadi sangat dominan dalam operasional bangunan hotel. Di sisi lain, kebutuhan air bersih untuk aktivitas hotel seperti sanitasi, penyiraman taman, pencucian area publik, hingga operasional cooling tower terus meningkat setiap tahun. Penelitian ini mengeksplorasi inovasi Thermo-Active Wall yang diintegrasikan dengan sistem Rainwater Harvesting (RWH) sebagai pendekatan arsitektur berkelanjutan pada bangunan hotel tropis. Sistem ini memanfaatkan air hujan sebagai media pendingin yang dialirkan melalui jaringan pipa di dalam fasad bangunan untuk menyerap panas radiasi matahari sebelum masuk ke dalam ruang interior. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan studi literatur, simulasi termal bangunan, serta analisis neraca air pada bangunan hotel tropis bertingkat menengah. Hasil simulasi menunjukkan bahwa integrasi sistem fasad termo-aktif dan pemanenan air hujan mampu menurunkan suhu permukaan dinding sebesar 4–6°C dibandingkan fasad konvensional. Penurunan temperatur tersebut berdampak langsung pada berkurangnya beban pendinginan ruangan atau cooling load sebesar 15–20%, khususnya pada jam puncak siang hari. Selain itu, sistem pemanenan air hujan dapat memenuhi hingga 30% kebutuhan air non-potabel hotel sehingga membantu mengurangi ketergantungan terhadap air tanah dan jaringan PDAM. Integrasi kedua sistem ini menunjukkan bahwa fasad bangunan tidak hanya berfungsi sebagai elemen pelindung visual dan struktural, tetapi juga sebagai media aktif pengelolaan energi dan konservasi sumber daya air. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan sistem fasad termo-aktif berbasis air hujan memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan bangunan hotel tropis yang lebih hemat energi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

References

Ahmed, A. (2019). Rainwater harvesting systems for sustainable buildings. Journal of Sustainable Architecture.

Bikas, D., Tsikaloudaki, K., & Laskos, K. (2023). Trade-offs in Optimization of Active Insulation Systems and HVAC: A Case Study in Residential Buildings. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/372261764

Badan Standardisasi Nasional. (2011). SNI 03-6389-2011: Konservasi Energi Selubung Bangunan pada Bangunan Gedung. Jakarta: BSN. https://id.scribd.com/document/321192806

Chandra, A. (2024). Advancing Water Conservation Techniques in Agriculture for Sustainable Resource Management: A Review. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/378727806

Kumar, R., & Kaushik, S. C. (2005). Performance evaluation of green roof and shading for thermal protection of buildings. Building and Environment.

Santamouris, M. (2016). Cooling the cities: A review of reflective and green roof mitigation technologies. Solar Energy.

Szokolay, S. V. (2014). Introduction to Architectural Science: The Basis of Sustainable Design. Routledge.

United Nations Environment Programme (UNEP). (2021). Global Status Report for Buildings and Construction.

Wong, N. H. (2007). Thermal evaluation of vertical greenery systems for building walls. Building and Environment.

Downloads

Published

2026-07-20