STRATEGI BERTAHAN HIDUP MASYARAKAT URBAN: STUDI SOSIOLOGIS DI BANTARAN SUNGAI JAKARTA

Authors

  • Tri Widya Astuti Universitas Indraprasta PGRI Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/1h3kvm50

Keywords:

Sosiologi Pembangunan, Strategi Bertahan Hidup, Masyarakat Informal, Jakarta, Modal Sosial, Urbanisasi, Resistensi Sehari-hari

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi bertahan hidup masyarakat di kawasan informal bantaran sungai Jakarta melalui studi literatur. Fokus kajian adalah bagaimana modal sosial menjadi instrumen adaptasi utama di tengah tekanan pembangunan perkotaan yang bersifat eksklusif. Temuan literatur menunjukkan bahwa warga mengembangkan mekanisme ketahanan berbasis jejaring kekerabatan dan ekonomi solidaritas sebagai respon terhadap keterbatasan akses formal. Artikel ini menyimpulkan bahwa daya lenting komunitas merupakan manifestasi perlawanan sehari-hari terhadap komodifikasi ruang. Pemerintah disarankan untuk beralih dari paradigma penggusuran menuju pembangunan kolaboratif yang mengintegrasikan modal sosial warga guna menghindari disrupsi sosial akibat kebijakan relokasi yang bersifat top-down.

References

Castells, M. (1992). The Informational City: Economic Restructuring and Urban Development. Wiley. https://books.google.co.id/books?id=wl7xuPLdcZAC

Firman, T. (2004). Major issues in Indonesia's urban land development. Land Use Policy, 21(4), 347–355. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2003.04.002

Harvey, D. (2003). The right to the city. International Journal of Urban and Regional Research, 27, 939–941. https://doi.org/10.1111/j.0309-1317.2003.00492.x

Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster. https://books.google.co.id/books?id=rd2ibodep7UC

Scott, J. C. (1985). Weapons of the Weak: Everyday Forms of Peasant Resistance. Yale University Press. https://books.google.co.id/books?id=wRcOEAAAQBAJ

Downloads

Published

2026-07-19