REPRESENTASI MOBILITAS SOSIAL DALAM DRAMA KOREA ANNA (2022): KAJIAN INDUSTRI BUDAYA ADORNO DAN HORKHEIMER
DOI:
https://doi.org/10.2238/f9txcb09Keywords:
Mobilitas Sosial, Industri Budaya, Kapitalisme, Drama Korea, AnnaAbstract
Drama Korea sebagai bagian dari budaya populer tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi sarana dalam merepresentasikan berbagai realitas sosial, termasuk mobilitas sosial di tengah masyarakat kapitalis. Salah satu drama yang mengangkat fenomena tersebut adalah Anna (2022), yang menceritakan perjalanan Lee Yumi dalam mengubah identitasnya menjadi Anna demi memperoleh kehidupan yang dianggap lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi mobilitas sosial dalam drama Korea Anna (2022) menggunakan perspektif Teori Industri Budaya dari Theodor W. Adorno dan Max Horkheimer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif terhadap narasi, dialog, serta representasi visual yang ditampilkan dalam drama. Hasil analisis menunjukkan bahwa mobilitas sosial direpresentasikan sebagai proses yang tidak hanya berkaitan dengan perubahan status ekonomi, tetapi juga melalui pembentukan identitas, citra diri, dan gaya hidup yang sesuai dengan standar masyarakat kapitalis. Drama ini memperlihatkan bahwa pengakuan sosial diperoleh melalui kepemilikan status, pendidikan, penampilan, serta kemampuan mengonsumsi simbol-simbol kelas atas. Melalui representasi tersebut, Anna menunjukkan bagaimana industri budaya menanamkan nilai-nilai kapitalisme, membentuk kebutuhan semu (false needs), serta menormalisasi ketimpangan sosial sebagai sesuatu yang wajar. Dengan demikian, drama Anna tidak hanya merepresentasikan mobilitas sosial sebagai perjalanan individu, tetapi juga sebagai bentuk reproduksi ideologi kapitalis yang bekerja melalui media populer.References
Adorno, T. W., & Horkheimer, M. (1972). Dialectic of Enlightenment. Herder & Herder
Ardia, V. (2014). Drama Korea dan budaya popular. Jurnal Komunikasi, 2(3), 12-18.
Arviani, H. (2013). Budaya global dalam industri budaya: Tinjauan madzhab Frankfurt terhadap iklan, pop culture, dan industri hiburan. Global and Policy Journal of International Relations, 1(02).
Hasna, S. (2021). Dominasi Korean Hallyu dalam konteks strukturasi di industri budaya. Jurnal Komunikasi, 12(2), 110-116.
Herlina, R., & Triana Ahdiati, L. M. (2017). Kolonialisasi Budaya Korea Melalui K-Drama Populer Di Indonesia. Universitas Jenderal Soedirman.
Kurniawati, A., Seran, A., & Sigit, R. R. (2021). Teori Kritis dan Dialektika Pencerahan Max Horkheimer. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 10(2), 124-135.
Mahardika, E. M., & Rizal, E. (2022). Budaya Korean Wave Sebagai Komoditas Industri Media Indonesia. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique, 5(1), 121-33.
Rahmawati, H. (2023). Korean drama and popular culture on youth in RCTI from a cultivation theory perspective. Persepsi: Communication Journal, 6(1), 22-31.
Rahmatullah, M. H. F., Kasanusi, K., Triristina, N., & Iskandar, W. N. R. (2024). Pemahaman Budaya Korea Selatan melalui Fenomena K-Drama di Indonesia. AGRAPANA: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 1(1), 24-34.
Yudha, R. P. (2023). Soimah dan Sandrina dalam Perspektif Standarisasi Adorno (Studi Media Massa dan Media Sosial sebagai Industri Budaya). Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 15(2), 242–263.

