AKOMODASI BAHASA SEBAGAI STRATEGI ‘SURVIVING’: ANALISIS INTERAKSI SIMBOLIK MAHASISWA RANTAU DALAM PROSES INTEGRASI BUDAYA DI LINGKUNGAN KOS-KOSAN YOGYAKARTA

Authors

  • Naufalica Fayza Andita Putri Universitas Mercu Buana Yogyakarta Author
  • Zhalsabillah Putri Ningrum Universitas Mercu Buana Yogyakarta Author
  • Ilham Bani Aji Universitas Mercu Buana Yogyakarta Author
  • Aqil Izzul Fikri Universitas Mercu Buana Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/5vdvmz68

Keywords:

Akomodasi Bahasa, Interaksi Simbolik, Integrasi Sosial, Mahasiswa Rantau, Yogyakarta

Abstract

Yogyakarta, yang dikenal sebagai “Kota Pelajar”, menjadi titik temu ribuan mahasiswa perantau dari berbagai daerah di Indonesia. Kondisi multikultural ini kerap memicu hambatan komunikasi hingga culture shock, terutama pada ruang-ruang interaksi mikro seperti kos-kosan. Artikel konseptual ini bertujuan membedah bagaimana mahasiswa dari luar Jawa menggunakan strategi akomodasi bahasa — khususnya penyerapan partikel dan dialek lokal Jawa — sebagai mekanisme bertahan hidup (surviving) sekaligus jalan integrasi budaya. Dengan menggunakan kacamata Teori Interaksionisme Simbolik (Mead, 1934; Blumer, 1969) yang dijembatani dengan Teori Akomodasi Komunikasi (Giles & Ogay, 2007), tulisan ini menelaah makna di balik simbol-simbol verbal dan non-verbal yang dipertukarkan mahasiswa pendatang saat berinteraksi dengan warga lokal maupun pemilik kos. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa akomodasi bahasa tidak sekadar meredam gesekan budaya, tetapi juga mempercepat penerimaan sosial di lingkungan berkonteks tinggi (high-context culture) sebagaimana dikonseptualisasikan Hall (1976). Tulisan ini menegaskan pentingnya empati komunikatif dalam merawat integrasi sosial pada masyarakat multikultural, sekaligus menunjukkan bahwa akomodasi bahasa berjalan beriringan dengan upaya mahasiswa rantau mempertahankan identitas budaya asal mereka.

References

-, N. M. S. A. (2025). Akomodasi komunikasi mahasiswa perantau dalam menghadapi culture shock di Universitas Tadulako (Studi kasus mahasiswa Bali Banggai) [Skripsi, Universitas Tadulako]. https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152271/

Andre, W., & Huwae, A. (2022). Dukungan sosial dan culture shock pada mahasiswa rantau asal Kalimantan di Salatiga. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 4(2), 1249–1258.

Blumer, H. (1969). Symbolic interactionism: Perspective and method. Prentice-Hall.

Fitriana, R., & Haryanti, Y. (2025). Communication accommodation of South Sumatra students in intercultural communication at University Muhammadiyah of Surakarta. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(4), 1042–1051.

Giles, H., Coupland, N., & Coupland, J. (1991). Contexts of accommodation: Developments in applied sociolinguistics. Cambridge University Press.

Giles, H., & Ogay, T. (2007). Communication accommodation theory. In B. B. Whaley & W. Samter (Eds.), Explaining communication: Contemporary theories and exemplars (pp. 293–310). Lawrence Erlbaum Associates.

Hall, E. T. (1976). Beyond culture. Anchor Books.

Mead, G. H. (1934). Mind, self, and society: From the standpoint of a social behaviorist. University of Chicago Press.

Mardiyanti. (2021). Teori akomodasi komunikasi. [Data publikasi lengkap perlu diverifikasi ulang oleh penulis; sumber asli tidak menyertakan rincian penerbit/jurnal].

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nugroho, A., & Mareza, L. (2023). Culture shock mahasiswa rantau sebagai kelompok minoritas. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, 6(3), 269–278. https://doi.org/10.24036/perspektif.v6i3.789

Safitri, A., Azzarah, S., & Setiaji, B. (2022). Gejala culture shock pada mahasiswa rantau di Yogyakarta. Symptoms of culture shock in overseas students in Yogyakarta.

Wahyuni, A. S., & Ningindah, S. R. D. (2023). Culture shock dan hambatan komunikasi pada mahasiswa perantau di Universitas Garut. Jurnal Sosial-Politika, 4(2), 85–94.

Downloads

Published

2026-07-08