Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN HEALTH LITERACY TENTANG PENYAKIT DIABETES MELITUS DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWATAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD SYEKH YUSUF KABUPATEN GOWA

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi. Health literacy berperan penting dalam membantu pasien memperoleh, memahami, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan terkait perawatan diabetes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan health literacy dengan tingkat pengetahuan perawatan Diabetes Melitus Tipe 2 pada pasien di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 50 pasien DM tipe 2 yang dipilih menggunakan purposive sampling. Health literacy diukur menggunakan Health Literacy Survey European Questionnaire (HLS-EU-Q16), sedangkan tingkat pengetahuan perawatan diabetes diukur menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebanyak 27 responden (54,0%) memiliki health literacy tinggi dan 23 responden (46,0%) memiliki health literacy rendah. Pengetahuan perawatan yang baik ditemukan pada 27 responden (54,0%), sedangkan 23 responden (46,0%) memiliki pengetahuan kurang baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara health literacy dengan tingkat pengetahuan perawatan DM tipe 2. Kesimpulan: Health literacy berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan perawatan DM tipe 2; semakin tinggi health literacy, semakin baik tingkat pengetahuan perawatan. Tenaga kesehatan disarankan memberikan edukasi sesuai tingkat health literacy pasien untuk mendukung perawatan mandiri diabetes yang tepat.

Keywords

health literacy, pengetahuan, perawatan diabetes, Diabetes Melitus Tipe 2

PDF

References

  1. 1. Akbar. (2024). Gambaran health literacy, pengetahuan dan keterampilan lansia dengan diabetes melitus yang menggunakan insulin di Puskesmas Kota Makassar.
  2. 2. Cavanaugh, K. L. (2011). Health literacy in diabetes care: Explanation, evidence and equipment. Diabetes Care, 34(2), 563–565.
  3. 3. Chrvala, C. A., Sherr, D., & Lipman, R. D. (2016). Diabetes self-management education for adults with type 2 diabetes mellitus: A systematic review of the effect on glycemic control. Patient Education and Counseling, 99(6), 926–943. https://doi.org/10.1016/j.pec.2015.11.003
  4. 4. Daud, S. (2023). Hubungan health literacy dengan self care management pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Stella Maris Makassar.
  5. 5. Dinas Kesehatan Kota Makassar. (2024). Data kasus dan prevalensi diabetes melitus di Kota Makassar tahun 2022–2025. Makassar: Dinas Kesehatan Kota Makassar.
  6. 6. Fransen, M. P., von Wagner, C., & Essink-Bot, M. L. (2012). Diabetes self-management in patients with low health literacy: Ordering findings from the literature in a health literacy framework. Patient Education and Counseling, 88(1), 44–53. https://doi.org/10.1016/j.pec.2011.11.015
  7. 7. Gregg, E. W., Buckley, J., Ali, M. K., Davies, J., Flood, D., Mehta, R., et al. (2023). Improving health outcomes of people with diabetes: Target setting for the WHO Global Diabetes Compact. The Lancet, 401(10384), 1302–1312. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(23)00001-6
  8. 8. International Diabetes Federation. (2021). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). Brussels: International Diabetes Federation.
  9. 9. International Diabetes Federation. (2023). IDF Diabetes Atlas: Global projections for 2030–2045. Brussels: International Diabetes Federation.
  10. 10. Lestari, Z. (2021). Diabetes melitus: Review etiologi, patofisiologi, gejala, penyebab, cara pemeriksaan, cara pengobatan dan cara pencegahan.
  11. 11. Maymunah, F. A. (2023). Hubungan health literacy dengan penerapan self care management pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Arjasa.
  12. 12. Marciano, L., Camerini, A. L., & Schulz, P. J. (2019). The role of health literacy in diabetes knowledge, self-care, and glycemic control: A meta-analysis. Journal of General Internal Medicine, 34(6), 1007–1017. https://doi.org/10.1007/s11606-019-04832-y
  13. 13. Mikael, T. (2021). Uji validitas dan reliabilitas kuesioner pengetahuan diabetes (DKQ-24).
  14. 14. Nur, A. (2023). Gambaran kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus di RSUD Haji Makassar. Poltekkes Kemenkes Makassar.
  15. 15. Pakpahan, A. F. (2021). Metodologi penelitian ilmiah.
  16. 16. Paramita, D., Saputra, B., Lisa Indra, R., & Eka Kartika, D. (2026). Hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pengendalian gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Real in Nursing Journal, 9(1), 72–82.
  17. 17. Powers, M. A., Bardsley, J. K., Cypress, M., Funnell, M. M., Harms, D., Hess Fischl, A., et al. (2020). Diabetes self-management education and support in adults with type 2 diabetes: A consensus report. Diabetes Care, 43(7), 1636–1649.
  18. 18. Priharsiwi, N., & Kurniawati, T. (2021). Gambaran dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe 2: Literature review. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan.
  19. 19. Safitri, R., Mahmud Nur Ulmy, & Sulaeman, U. (2022). Hubungan health literacy dengan manajemen perawatan diri pasien diabetes melitus di RSUD Tenriawaru Bone. Window of Public Health Journal, 3(4).
  20. 20. Sobri Hermawan, M., Notoatmodjo, S., & Alimoeso, S. (2025). Determinan perilaku kepatuhan minum obat diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Binuangeun tahun 2025. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat, 10(1).

Similar Articles

141-150 of 277

You may also start an advanced similarity search for this article.