Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

CASE REPORT INTERVENSI ANEMIA PADA IBU NIFAS DENGAN KEBIASAAN MINUM TEH DI WILAYAH PUSKESMAS KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada masa nifas umumnya merupakan kondisi yang berlanjut dari anemia selama kehamilan dan dapat menyebabkan berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari ibu serta menurunkan kemampuan dalam merawat bayi. Kondisi ini juga berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun bayi. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2024, jumlah kasus anemia pada ibu nifas mencapai 54.217 orang (9,5%). Sementara itu, di Kabupaten Bojonegoro tercatat sebanyak 1.179 kasus anemia pada ibu nifas dengan persentase 5,3%. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan manajemen asuhan kebidanan pada ibu nifas yang mengalami anemia berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi teh. Metode: Studi kasus ini menggunakan pendekatan case report dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan menggunakan metode SOAP, yang meliputi pengkajian data subjektif, pengkajian data objektif, assessment berupa diagnosis aktual, diagnosis potensial, identifikasi kebutuhan tindakan segera, kolaborasi dan konsultasi, serta planning yang mencakup perencanaan, implementasi, dan evaluasi asuhan. Hasil dan Pembahasan: Hasil pengkajian menunjukkan bahwa secara subjektif ibu mengeluhkan sering mengalami pusing, mata berkunang-kunang, serta memiliki kebiasaan mengonsumsi teh sejak masa kehamilan. Berdasarkan data objektif, pemeriksaan kadar hemoglobin pada hari ketiga masa nifas menunjukkan nilai 10,9 g/dL yang mengindikasikan anemia. Simpulan dan Saran: Asuhan kebidanan yang diberikan meliputi pendekatan terapeutik kepada ibu, pemeriksaan tanda-tanda vital dan kadar hemoglobin, penyampaian hasil pemeriksaan, konseling mengenai tanda bahaya masa nifas, pemenuhan nutrisi pada ibu post sectio caesarea, edukasi mengenai hubungan kebiasaan mengonsumsi teh dengan anemia, pentingnya kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah, cara mengonsumsi teh yang tepat agar tidak menghambat penyerapan zat besi, menjaga kebersihan diri (personal hygiene), serta anjuran penggunaan kontrasepsi. Seluruh intervensi telah dilaksanakan dengan baik dan menunjukkan hasil yang positif, ditandai dengan peningkatan kadar hemoglobin ibu secara bermakna.

Keywords

Nifas, Anemia, Kebiasaan minum teh

PDF

References

  1. 1. Abdullah VI, Isir M. Buku Ajar Dokumentasi Kebidanan. Penerbit NEM; 2025.
  2. 2. Liza Ulil Azmy, Sri Emilda, Novica Jolyarni D, Kusumastuti. Buku Manajemen Kebidanan Dalam Praktik Kebidanan. Mahakarya Citra Utama Group; 2025.
  3. 3. Simamora DN, Debataraja F. Langkah-Langkah Manajemen Asuhan Kebidanan Dan SOAP. Penerbit NEM; 2021.
  4. 4. Iis Indriayani, M NNM, Nur Hamsar Sarmin, et al. Pemeriksaan Fisik: Prinsip Dasar Dan Prosedur. CV Eureka Media Aksara; 2023.
  5. 5. Sulfianti. Asuhan kebidanan pada masa nifas. Yogyakarta: Pustaka Baru Press; 2021.
  6. 6. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang Ibu Hamil dan Menyusui. Jakarta: Kemenkes RI; 2021.
  7. 7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kehamilan, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2021.
  8. 8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada ibu hamil dan ibu nifas. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
  9. 9. Kumar, A., Sharma, E., Marley, A., Samaan, M. A., & Brookes, M. J. (2022). Iron deficiency anaemia: Pathophysiology, assessment, practical management. BMJ Open Gastroenterology, 9(1), 1–9. https://doi.org/10.1136/bmjgast-2021-000759
  10. 10. Prawirohardjo, S. (2014). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
  11. 11. Raudatul Khofifah, dkk. (2023). Hubungan Kebiasaan Konsumsi Teh Sesudah Makan Terkait dengan Anemia Pada Remaja Putri. Jurnal Nutrisi, Banjarmasin.
  12. 12. Subiastutik, E., dkk. (2022). Literatur Review konsumsi teh dengan kejadian anemia pada remaja. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 8(2). https://doi.org/10.33023/jikep.v8i2.1033
  13. 13. Sugihastuni, L. (2022). Hubungan Kebiasaan Minum Teh, Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dan Status Gizi terhadap kejadian Anemia pada ibu hamil. Jurnal Internasional Kesehatan Indonesia, 2(3).
  14. 14. Hariz A, Bhattacharya PT. Megaloblastic Anemia Pathophysiology and Histopathology. StatPearls Publishing; 2021.
  15. 15. Milman, N. T. (2020). A Review of nutrients and compounds, which promote or inhibit intestinal iron absorption: Making a platform for dietary measures that can reduce iron uptake in patients with genetic haemochromatosis. Journal of Nutrition and Metabolism, 2020. https://doi.org/10.1155/2020/7373498
  16. 16. National Institutes of Health. (2021). Iron fact sheet for health professional. National Institutes of Health (NIH).
  17. 17. Yati, E. V., D. Rahmawati, and M. Melviani. (2023). Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Nifas Terhadap Kepatuhan Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Di Wilayah Puskesmas Ketapang 1 Sampit Kalimantan Tengah. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 6(2), 192–97.
  18. 18. Indrayani, E. (2024). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas. Jakarta Selatan: Mahakarya Citra Utama Group.
  19. 19. Sari DP, Alawiyah I, Hennyati S. (2023). Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Postpartum Di PMB Bidan A Kabupaten Cianjur. Jurnal Sehat Masada, 17(2), 12-20. doi:10.38037/jsm.v17i2.429
  20. 20. Rahmiwati A, Kartika Sari D. (2025). Factors Associated with Anemia in Breastfeeding Mothers: A Narrative Systematic. Indonesian Journal of Human Nutrition, 12(1), 31-40. doi:10.21776/ub.ijhn.2025.012.01.3

Similar Articles

51-60 of 70

You may also start an advanced similarity search for this article.