HUBUNGAN SUPERVISI KLINIS DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP SURGIKAL
Abstract
Kinerja perawat dalam menerapkan budaya keselamatan pasien merupakan komponen penting dalam manajemen keperawatan. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja tersebut adalah supervisi klinis sebagai mekanisme pembinaan, pengarahan, dan evaluasi untuk memastikan pelayanan keperawatan sesuai dengan standar keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan supervisi klinis dengan kinerja perawat dalam penerapan budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap surgikal RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap surgikal sebanyak 53 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi Manchester Clinical Supervision Scale-26 (MCSS-26) untuk mengukur supervisi klinis dan Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSPSC) dari AHRQ untuk mengukur kinerja perawat dalam penerapan budaya keselamatan pasien. Data dikumpulkan melalui survei dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden 37,89 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan (83,0%), berpendidikan D3 (54,7%), dan memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun (64,2%). Sebagian besar responden menilai supervisi klinis belum efektif (58,5%), sedangkan mayoritas memiliki kinerja tinggi dalam penerapan budaya keselamatan pasien (54,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara supervisi klinis dengan kinerja perawat. Semakin efektif supervisi klinis, semakin baik kinerja perawat dalam menerapkan budaya keselamatan pasien. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memperkuat aspek normatif dan formatif supervisi klinis melalui evaluasi terstruktur serta pelatihan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan budaya keselamatan pasien.Keywords
Budaya Keselamatan Pasien, Kinerja Perawat, Supervisi Klinis
References
- Adnan, E. S., Riu, S. D. M., & Dwisetyo, B. (2023). Hubungan fungsi kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat dalam penerapan keselamatan pasien di ruang rawat inap RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Vitamedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 1(4), 50–59. https://doi.org/10.62027/vitamedica.v1i4.25
- Aroza, R., Kodyat, A. G., & Trigono, A. (2025). Pengaruh implementasi budaya keselamatan pasien terhadap kinerja perawat di unit rawat inap. Journal of Language and Health, 6(4), 369–374.
- Asmaningrum, N., Wijaya, D., Ardlana, A., & Purwandari, R. (2023). Buku ajar manajemen keperawatan. PT Literasi Nusantara Abadi Group.
- Disik, B., Bunga, A. L., & Kusumaningsih, I. (2025). Clinical supervision on patient safety: A systematic literature review. Science Midwifery, 13(1), 280–285.
- Estika, W. O. N., Dian, W., & Yudha, E. (2026). The effect of motivation, supervision, and patient safety training on the implementation of patient safety culture in hospitals. Indonesian Health Issue, 5(1), 38–44.
- Fatimah, & Sulistyowati, E. (2025). Pengaruh program supervisi klinis berjenjang terhadap kesesuaian asuhan keperawatan menggunakan EMR. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 2369–2377.
- Fauzi, D. T. (2024). Hubungan pengetahuan petugas kesehatan tentang patient safety dengan budaya keselamatan pasien di instalasi gawat darurat RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau (Skripsi, Universitas Awal Bros).
- Hadi, I. (2020). Buku ajar manajemen keselamatan pasien. Deepublish.
- Hassan, A. E., Mohammed, F. A., Zakaria, A. M., & Ibrahim, I. A. (2024). Evaluating the effect of TeamSTEPPS on teamwork perceptions and patient safety culture among newly graduated nurses. BMC Nursing, 23, 170. https://doi.org/10.1186/s12912-024-01850-y
- Ilmidin, & Ningsih, N. S. (2022). Analysis of patient safety culture using Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) in seven countries. Jurnal Berkala Kesehatan, 8(2), 132–139.
- Kartikasari, B. K., Samirah, & Zairina, E. (2023). The assessment of patient safety culture among doctors, nurses, and pharmacists in a public hospital in Indonesia. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 13(2), 104–112. https://doi.org/10.22146/jmpf.83575
- Kurniati, R., Yani, E., Nita, Y., & Adelia, G. (2026). Hubungan penerapan komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien. Jurnal Kesehatan Tambusai, 7(1), 4884–4891.
- Lisnayana, Zakaria, R., Maidar, Abdullah, A., & Hermansyah. (2024). Umpan balik dan komunikasi kesalahan terhadap insiden keselamatan pasien. Journal of Telenursing, 6(2), 2998–3005.
- Martin, P., Lizarondo, L., Kumar, S., & Snowdon, D. (2021). Impact of clinical supervision on healthcare organisational outcomes: A mixed methods systematic review. PLoS ONE, 16(11). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0260156
- Masrochanah, S., Hariyanti, T., & Wati, L. R. (2025). Challenges in the implementation of patient safety culture in the maternity ward of Hospital X: A qualitative study. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 35(3), 859–870.
- Negara, A. N. (2019). Hubungan persepsi perawat tentang patient safety dengan budaya keselamatan pasien di RSUD A.W. Sjahranie Samarinda (Skripsi).
- Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
- Pakpahan, N. D., & Syahreza, D. S. (2025). Pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Haji Medan. The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(2), 908–916.
- Palupi, D. Y. E., Rita, K., Nofierni, & Kusumapradja, R. (2025). The influence of clinical skills and supervision techniques on the implementation of patient safety standards with caring behavior as an intervening variable in inpatient nurses at RSAU Soemitro. Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 3(2), 12–35.
- Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. (2017).