Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

KONTRASEPSI PASCAPERSALINAN PADA IBU NIFAS: TINJAUAN PUSTAKA MENGENAI EFEKTIVITAS, PEMILIHAN METODE, DAN STRATEGI PENINGKATAN CAKUPAN

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia menurun dari 305 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 menjadi 189 pada tahun 2020, namun masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 183 pada tahun 2024 dan 70 pada tahun 2030. Kontrasepsi pascapersalinan (KB Pascapersalinan/KBPP) merupakan salah satu intervensi strategis untuk menekan AKI melalui pencegahan kehamilan berisiko akibat jarak kelahiran yang terlalu dekat, namun cakupannya di Indonesia masih rendah meskipun sekitar 90% persalinan telah ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan. Tinjauan pustaka ini bertujuan merangkum bukti terkini mengenai jenis, efektivitas, faktor penentu pemilihan, serta strategi peningkatan cakupan kontrasepsi pascapersalinan pada ibu nifas. Penelusuran dilakukan terhadap publikasi nasional dan internasional tahun 2020–2026 dari basis data seperti data resmi Kementerian Kesehatan RI, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), serta jurnal ilmiah terindeks. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dan implan pascapersalinan direkomendasikan sebagai lini pertama pada ibu menyusui karena tidak memengaruhi produksi ASI, sementara metode hormonal progestin kini dinyatakan dapat digunakan sejak periode pascapersalinan dini menurut rekomendasi WHO terbaru. Faktor pengetahuan, dukungan suami, persepsi, riwayat penyakit penyerta, dan akses layanan terbukti berhubungan signifikan dengan pemanfaatan KBPP. Angka unmet need KB di Indonesia bertahan pada kisaran 10–11,5% sejak tahun 2000 dan menjadi tantangan utama. Edukasi dan konseling terstruktur pada masa antenatal dan masa nifas terbukti secara konsisten meningkatkan pengetahuan dan minat ibu nifas terhadap KBPP. Diperlukan penguatan konseling KB sejak masa kehamilan, keterlibatan suami, serta pemerataan akses layanan MKJP hingga ke fasilitas kesehatan primer untuk menekan unmet need dan mempercepat penurunan AKI.

Keywords

kontrasepsi pascapersalinan, ibu nifas, keluarga berencana, unmet need, edukasi kesehatan

PDF

References

  1. Action Research Literate. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi unmet need (analisis berdasar hasil capaian data pemutakhiran keluarga tahun 2023). Action Research Literate, 8(7).
  2. Andriyani, D., dkk. (2024). Penyuluhan kontrasepsi metode amenorea laktasi (MAL) guna meningkatkan pengetahuan ibu nifas. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
  3. BKKBN, BPS, Kementerian Kesehatan RI, & ICF. (2018). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Jakarta: BKKBN.
  4. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2024). Metadata Indikator Kinerja Utama (IKU) BKKBN Tahun 2024. Jakarta: BKKBN.
  5. Deskripsi Ketersediaan Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Puskesmas Wilayah Banyumas. (2023). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
  6. Grandi, G., Del Savio, M. C., Facchinetti, F., & Fruzzetti, F. (2024). Postpartum contraception: A matter of guidelines. International Journal of Gynecology & Obstetrics. https://doi.org/10.1002/ijgo.14928
  7. Guye, A. H., Kanea, E. B., Nigussie, T., Girma, D., & Shambi, D. B. (2023). Utilization of immediate postpartum intrauterine device and its associated factors among women who gave birth in public hospitals in West Wollega Zone, Oromia, Ethiopia. Frontiers in Medicine, 10, 1238496. https://doi.org/10.3389/fmed.2023.1238496
  8. Jurnal Life Birth. (2025). Pengetahuan dan kesadaran ibu tentang kontrasepsi pascapersalinan. Jurnal Life Birth, 9(2).
  9. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Bagimu Negeri. (2026). Pemberdayaan ibu pasca salin melalui edukasi masa nifas dan konseling pengambilan keputusan KB pasca salin berbasis keislaman di BPM Kabupaten Pringsewu. Bagimu Negeri: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(1).
  10. Jurnal Universitas Pahlawan. (2025). Faktor determinan partisipasi pria menjadi akseptor program keluarga berencana di Indonesia (analisis data SDKI tahun 2017). Jurnal Kesehatan Tembusai, 6(2).
  11. Kementerian Kesehatan RI. (2023). Kemenkes fokus tingkatkan KB pascapersalinan turunkan stunting dan AKI. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  12. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2022). Perkuat pelaksanaan program KB dan kesehatan reproduksi. Jakarta: Kemenko PMK.
  13. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2023). Penurunan angka unmet need turunkan Angka Kematian Ibu. Jakarta: Kemenko PMK.
  14. Lactasource. (2026). Contraception and breastfeeding: 2025 WHO recommendations. Diakses dari https://www.lactasource.com
  15. PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan. (2026). Faktor determinan pemilihan alat kontrasepsi pasca salin oleh ibu di Jawa Tengah (analisis data SKI 2023). PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan.
  16. Umuhoza, C., Niang, M. D., Ingabire, R., Nyombayire, J., Mazzei, A., Parker, R., Tichacek, A., Sales, J. M., Haddad, L. B., Corso, P., Allen, S., Karita, E., Wall, K. M., & Azmat, S. K. (2025). Implementing postpartum family planning services in rural Rwanda: A mixed-methods study. PLOS ONE. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0338627
  17. Universitas Indonesia. (2023). Pakar UI: Angka unmet need jadi tantangan program keluarga berencana. Jakarta: ANTARA News.
  18. Ximenes, C. de S., Mado, F. G., Larasati, G. W. K. D., & Sirait, R. W. (2025). Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan kontrasepsi pasca persalinan di Puskesmas Tasinifu Wilayah Perbatasan Indonesia–Timor Leste. SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat), 4(4), 1041–1056.

Similar Articles

31-40 of 414

You may also start an advanced similarity search for this article.