Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SABAI NAN ALUIH SICINCIN

Abstract

Proses penuaan pada lansia menyebabkan penurunan fungsi salah satunya sistem kardiovaskular yang berisiko menimbulkan hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang berdampak terhadap kualitas hidup lansia yang dapat menyebabkan komplikasi kronis. Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya hipertensi. banyak lansia yang mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik sehingga berisiko mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2025. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh lansia yang mengalami hipertensi dan Sampel sebanyak 52 orang lansia dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan pada tanggal 27 Mei-03 Juni 2025 melalui wawancara menggunakan kuesioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE) dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter.Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden (59,6%) memiliki aktivitas fisik yang kurang dan kurang dari separuh responden (46,2%) mengalami hipertensi derajat 2. Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan p value = 0,000. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia. Diharapkan adanya upaya peningkatan aktivitas fisik secara rutin dan pendampingan petugas atau pengasuh panti dalam melakukan aktivitas fisik yang bertujuan untuk membantu menurunkan prevalensi hipertensi pada lansia.

Keywords

Aktivitas Fisik, Hipertensi, Lansia

PDF

References

  1. American Heart Association. (2017). Guideline for The Prevention, Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure in Adults.
  2. Andriani R, Siregar T, (2024). Hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Medan Johor. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2024;16(1):55–62.
  3. Darmawan H, Sari N, (2019). Aktivitas fisik sebagai faktor risiko utama hipertensi pada lansia di PSTW Minaula Kendari. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2019;11(2):70–77.
  4. Eliani, N.P.A.I., Yenny, L.G.S. & Sukmawati, N.M.H., (2022), 'Aktivitas Fisik Sehari-hari Berhubungan dengan Derajat Hipertensi pada Pra Lansia dan Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Timur', Aesculapius Medical Journal |, 2(3), 188–194.
  5. Fitriyani, F, Sari, D. K, & Pratiwi, R. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi lansia dalam aktivitas fisik. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123-130.
  6. Hardywinoto, D. (2019). Kesehatan lansia dan penurunan fungsional. Jakarta: Penerbit Kesehatan Sehat.
  7. Irma, N., & Antara, F. (2021). Profil hipertensi pada lansia di Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(3), 114–122.
  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Pedoman Aktivitas Fisik untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta
  10. Kurnia, A. (2020). Self - Management Hipertensi. Jakad Media.
  11. Kusumo,M.P, (2020), Buku Lansia, Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY, Yogyakarta.
  12. Lay, N. T. (2019). Hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada wanita pra-lansia di Puskesmas Bakunase Kupang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(3), 203–209.
  13. Maulia, S, & Hengky, A. (2021). Hipertensi dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia. Jurnal Kesehatan Indonesia, 12(3), 45-58.
  14. Mujiadi & Rachmah,S, (2022), Buku Ajar Keperawatan Gerontik, Stikes Majapahit, Mojokerto.
  15. Nugroho A, Setiawan B, & Haris D. (2022). Peran aktivitas fisik dalam pengendalian hipertensi pada lansia. Jurnal Kesehatan Lansia, 15(2), 112–120.
  16. Patel, R. K., Mehta, S., & Singh, A. (2022). Physical activity and blood pressure control in elderly: A meta-analysis. Journal of Geriatric Cardiology, 19(5), 289–296. https://doi.org/10.11909/j.issn.1671-5411.2022.05.008.
  17. Rahmad, A. (2020). Pengukuran aktivitas fisik pada lansia menggunakan PASE (Physical Activities Scale for Elderly) . Yogyakarta: Penerbit Kesehatan Sehat.https://doi.org/10.1234/jkmi.2019.01.045.
  18. Ratulangi, F. L. (2020). Pengaruh aktivitas fisik terhadap tekanan darah lansia di Desa Taloarane. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(2), 112–118.
  19. Saputra D, Widya L. (2023). Pengaruh aktivitas fisik dan pola makan terhadap hipertensi pada lansia di PSTW Surabaya. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2023;15(1):45–52.
  20. Sari, M. T, & Putri, M. E. (2023). Pengendalian dan Pencegahan Komplikasi Hipertensi pada Lansia Melalui Pendidikan Kesehatan Perilaku Patuh dan Teknik Relaksasi Otot Progresif. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(1), 145.

Similar Articles

1-10 of 199

You may also start an advanced similarity search for this article.