Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENGARUH KOMUNIKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN POWER POINT TERHADAP PERUBAHAN PERSEPSI SISWA TENTANG BUAH DAN SAYUR DI MA ASY-SYAFI’IYAH 02

Abstract

Rendahnya tingkat konsumsi sayuran dan buah di kalangan pemuda terus menjadi isu kesehatan yang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya berbagai penyakit tidak menular di kemudian hari. Salah satu elemen yang mempengaruhi perilaku konsumsi sayur dan buah adalah bagaimana individu memandang risiko, manfaat, dan hambatan, yang dijelaskan dalam Health Belief Model (HBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak komunikasi kesehatan dengan menggunakan media PowerPoint terhadap perubahan persepsi HBM di kalangan siswa MA Asy-Syafi'iyah 02. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Terdapat 50 siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini dan mereka menerima komunikasi kesehatan melalui media PowerPoint (PPT). Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dengan menggunakan kuesioner yang menilai komponen perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, dan perceived barriers. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai perceived susceptibility meningkat dari 18,32 menjadi 19,52 dan perceived severity bertambah dari 27,88 menjadi 28,06. Sementara itu, rata-rata nilai perceived benefits menurun dari 35,56 menjadi 33,60 dan perceived barriers menurun dari 30,02 menjadi 28,76 setelah intervensi komunikasi kesehatan dilaksanakan. Secara keseluruhan, komunikasi kesehatan yang menggunakan media PowerPoint berhasil mengubah pandangan siswa mengenai pentingnya mengonsumsi buah dan sayur berdasarkan elemen Health Belief Model, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkah kesadaran remaja dalam menerapkan pola makan yang sehat melalui peningkatan asupan sayur dan buah.

Keywords

edukasi kesehatan, buah dan sayur, Health Belief Model, persepsi, remaja

PDF

References

  1. Anada, V. K., Ikeu, E., & Tiurma, S. (2024). The Effect of Health Belief Model-Based Interventions to Increase Diet Quality of Adolescents. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/mgi.v19i3.249-258
  2. Aune, D., Giovannucci, E., Boffetta, P., Fadnes, L. T., Keum, N. N., Norat, T., Greenwood, D. C., Riboli, E., Vatten, L. J., & Tonstad, S. (2017). Fruit and vegetable intake and the risk of cardiovascular disease, total cancer and all-cause mortality-A systematic review and dose-response meta-analysis of prospective studies. International Journal of Epidemiology, 46(3), 1029–1056. https://doi.org/10.1093/ije/dyw319
  3. Beal, T., Morris, S. S., & Tumilowicz, A. (2019). Global Patterns of Adolescent Fruit, Vegetable, Carbonated Soft Drink, and Fast-Food Consumption: A Meta-Analysis of Global School-Based Student Health Surveys. Food and Nutrition Bulletin, 40(4), 444–459. https://doi.org/10.1177/0379572119848287
  4. Bel-Serrat, S., von der Schulenburg, A., Marques-Previ, M., Mullee, A., & Murrin, C. M. (2022). What are the determinants of vegetable intake among adolescents from socioeconomically disadvantaged urban areas? A systematic review of qualitative studies. The International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 19. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:255180327
  5. Efni, N., & Fatmawati, T. Y. (2025). Remaja Sehat melalui Edukasi Kesehatan tentang Pentingnya Buah dan Sayur. 7(2), 315–320. https://doi.org/10.36565/jak.v7i2.894
  6. Hendra, P., Suhadi, R., Maria, D., & Heru, C. (2019). Sayur Bukan Menjadi Preferensi Makanan Remaja di Indonesia (Vegetable is Not Food Preferences of Adolescents in Indonesia). Jurnal Kedokteran Brawijaya, 30(4), 331–335.
  7. Jindarattanaporn et al. (2023). Are exposure to health information and media health literacy associated with fruit and vegetable consumption ? BMC Public Health, 1–11. https://doi.org/10.1186/s12889-023-16474-1
  8. Kemenkes. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. https://doi.org/https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/riskesdas/ketersediaan-data/riskesdas-2018
  9. Mariatul, Q., Catur, R., & Hanun, S. M. (2022). Perilaku Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja. Jurnal Gizi Kerja Dan Produktivitas, 5(1), 185–189. https://www.academia.edu/download/91205663/8882.pdf
  10. Putri, M. A. (2025). Determinan Perilaku Pola Makan Sehat Pada Remaja Menurut Teori Health Belief Model. 3(3), 473–497.
  11. Rachmadina, D., & Astuti, N. H. (2024). Hubungan Jenis Kelamin, Persepsi, dan Isyarat Bertindak terhadap Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja Kelas VIII SMPN X Cisauk Tangerang. Health Promotion and Community Engagement Journal, 2(1), 19–27. https://doi.org/10.70041/hpcej.v2i1.55
  12. Ratnawati, R., Kusumaningrum, F. M. K., Permatasari, A. W., Radjab, N., & Dewantara, K. D. (2025). Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Mental Menggunakan Media Power Point terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa di SMK Negeri 3 Kota Madiun. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan(JURABDIKES), 3(1), 41–45. https://doi.org/10.56260/jurabdikes.v3i1.237
  13. Salsabila, H., & Kurniasari, R. (2024). PENTINGNYA KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA REMAJA : LITERATURE REVIEW. 5, 3051–3058.
  14. Serrat, B., Behav, I. J., Phys, N., Serrat, S. B., Schulenburg, A. Von Der, Previ, M. M., Mullee, A., & Murrin, C. M. (2022). What are the determinants of vegetable intake among adolescents from socioeconomically disadvantaged urban areas ? A systematic review of qualitative studies. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 1–28. https://doi.org/10.1186/s12966-022-01396-9
  15. World Health Organization. (2026). Healty Diet. https://doi.org/https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet

Similar Articles

11-20 of 538

You may also start an advanced similarity search for this article.