PENGARUH PEMAHAMAN PERPAJAKAN, LOVE OF MONEY, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP NIAT MELAKUKAN KECURANGAN OLEH CALON WAJIB PAJAK DENGAN RELIGIUSITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI: STUDI KASUS MAHASISWA UNIVERITAS PADJADAJARAN
Keywords:
Niat Kecurangan Pajak, Pemahaman Perpajakan, Love of Money, Status Sosial Ekonomi, Religiusitas, MahasiswaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman perpajakan, love of money, dan status sosial ekonomi terhadap niat melakukan kecurangan oleh calon wajib pajak, dengan religiusitas sebagai variabel moderasi. Masalah yang diangkat adalah meningkatnya kasus penggelapan pajak yang mengindikasikan potensi niat kecurangan sejak usia mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran angkatan 2021–2023, dengan jumlah sampel sebanyak 148 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dan uji Moderate Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman perpajakan berpengaruh negatif dan signifikan, love of money berpengaruh positif dan signifikan, namun status sosial ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap niat melakukan kecurangan. Selain itu, variabel religiusitas mampu memoderasi dengan memperlemah pengaruh love of money dan status sosial ekonomi terhadap niat melakukan kecurangan, namun tidak memoderasi pengaruh pemahaman perpajakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembentukan nilai etika dan religiusitas dalam pendidikan perpajakan guna menurunkan niat kecurangan di masa depan. Implikasi penelitian ini relevan untuk pembuat kebijakan, akademisi, dan institusi pendidikan dalam merancang intervensi preventif terhadap kecurangan pajak.