Articles
ANALISIS PENERAPAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECACATAN PADA HOME INDUSTRY KONVEKSI KANIGARA
Published 2026-07-12
Keywords
- Pengendalian Kualitas,
- Failure Mode and Effect Analysis (FMEA),
- Produk Cacat,
- Risk Priority Number (RPN)
How to Cite
ANALISIS PENERAPAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECACATAN PADA HOME INDUSTRY KONVEKSI KANIGARA. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/t5sba130
Abstract
Penelitian ini dilakukan pada Home Industry Konveksi Kanigara yang mengalami permasalahan kualitas karena tingkat produk cacat melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 2%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengendalian kualitas, mengidentifikasi jenis dan penyebab produk cacat, serta menyusun usulan perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh proses produksi pada Home Industry Konveksi Kanigara, sedangkan sampel penelitian difokuskan pada proses produksi yang menghasilkan produk cacat. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi perusahaan. Data dianalisis menggunakan metode FMEA melalui penilaian severity, occurrence, detection, dan Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima potensi kegagalan, yaitu kualitas bahan tidak sesuai standar, potongan kain meleset dari garis pola, kesalahan press sablon, hasil jahitan tidak rapi, dan produk masih terdapat noda. Potensi kegagalan dengan nilai RPN tertinggi adalah kesalahan press sablon sebesar 160 sehingga menjadi prioritas utama dalam perbaikan. Usulan perbaikan meliputi peningkatan pengendalian kualitas bahan baku, pelatihan karyawan, perawatan mesin secara berkala, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), serta peningkatan pengawasan pada setiap tahapan proses produksi. Penerapan usulan tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat produk cacat dan meningkatkan kualitas hasil produksi.References
- AIAG & VDA. (2019). AIAG & VDA FMEA Handbook. AIAG.
- Gaspersz, V. (2005). Managemen Total Quality. PT Gramedia Pustaka Utama.
- Heizer, J., & Render, B. (2015). Manajemen Operasi: Manajemen Keberlangsungan dan Rantai Pasokan (11 ed.). Salemba Empat.
- Joseph A. DeFeo. (2016). Juran’s Quality Handbook: The Complete Guide to Performance Excellence (7 ed.). McGraw-Hill Education.
- Munawar, M. F., Aini, U. A. N., Novrido, D. H., Jannah, R. M., Syahanifadhel, M. V., & ‘Azzam, A. (2023). Analisis Perencanaan Produksi Dan Quality Control Dompet Pria Menggunakan Metode MRP Dan FMEA. Jurnal Teknik Industri: Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri, 9(2), 362. https://doi.org/10.24014/jti.v9i2.21895
- Nasrulhielmy, I. (2025). Analisis Pengendalian Kualitas Pada Proses Produksi menggunakan Metode FMEA Guna meminimalkan Produk Cacat (Studi Kasus: CV. Garmindo Sejahtera). Universitas Islam Indonesia.
- Resfi Panji Swara, & Iyan Bachtiar. (2024). Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Produk Cacat Kemeja PDH di PT. XYZ. Jurnal Riset Teknik Industri Pendiri: Universitas Islam Bandung (Unisba), 197–206.
- Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Sutopo (ed.); ke-2). Alfabeta, Bandung.
- Suharsimi Arikunto. (2016). Manajemen Penelitian (Cetakan ke). Rineka Cipta.