Abstract
Pengalaman buruk di masa kecil atau Adverse Childhood Experiences (ACEs) memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kondisi kesehatan mental individu saat beranjak dewasa. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari berbagai aspek trauma masa kecil terhadap kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada masa dewasa awal, sekaligus mengeksplorasi peran resiliensi sebagai faktor pelindung (protective factor). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Studi ini menganalisis secara mendalam 10 sumber primer berupa artikel jurnal ilmiah dan skripsi publikasi 5 tahun terakhir yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa seluruh aspek trauma masa kecil berkorelasi negatif dan signifikan dengan psychological well-being pada masa dewasa awal (p=0,000). Di antara seluruh aspek, penelantaran emosional (emotional neglect) menjadi faktor penekan terkuat dengan koefisien korelasi sebesar R=-0,578. Meskipun terpapar tingkat trauma yang tinggi, mayoritas individu (63,5%) ditemukan mampu mempertahankan kapasitas resiliensi yang tinggi. Di samping itu, ACEs diketahui tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap harga diri atau self-esteem (R=0,013; p>0,05), dan dampak negatifnya dapat dimediasi secara efektif oleh kecerdasan emosional. Kesimpulannya, meskipun trauma masa kecil menjadi ancaman serius bagi psychological well-being, penguatan kapasitas resiliensi individu dan kecerdasan emosional sangat efektif dalam memitigasi dampak buruk tersebut.References
Aini, K., & Wulan, N. (2023). Health Science Journal. 14(1), 33–40. https://doi.org/10.34305/jikbh.v14i01.684
Aminova, A., Sutatminingsih, R., & Tuapattinaja, J. M. R. (2025). Resilience in Adversity : Studi Deskriptif Resiliensi pada Individu Emerging Adulthood dengan Pengalaman Adverse Childhood Experiences. 4(2), 10934–10941.
Anggriani, D. N. (2025). HUBUNGAN ANTARA TRAUMA MASA KECIL DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA DEWASA AWAL [UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG]. https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46267
Anggriani, D. N., Rochmawati, D. H., & Susanto, W. (2026). HUBUNGAN ANTARA TRAUMA MASA KECIL DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA DEWASA AWAL. 2, 691–703. https://journaledutech.com/index.php/great%0AGlobal
Aprillia, A. D. (2025). Dampak trauma masa kecil terhadap fungsi psikososial dewasa. Catatan Literasi, 1 no 01, 1–9.
Morinawa, S. (2026). Adverse childhood experiences [UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM]. http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/83983
Santoso, D. Y., Kartika, D., & Arbi, A. (2023). Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DAN IDE BUNUH DIRI PADA DEWASA AWAL DENGAN ADVERSE CHILDHOOD EXPERIENCES. X. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/126540
Soibeh, Q. M., & Ramadhani, V. P. (2026). Dampak Psikis dan Manifestasi PTSD akibat Trauma Kekerasan Masa Kecil. 3(November 2025).
Stefanie, A., Putri, A., & Roswiyani. (2025). TRAUMA MASA KECIL DAN SELF-ESTEEM PADA DEWASA MUDA : ANALISIS PENGARUH. 48–55.
Widjaja, G. N. (2025). Peran Adverse Childhood Experiences ( ACEs ) Terhadap Fear of Compassion Pada Wanita Dewasa Awal. 13(2), 155–168.https://doi.org/10.18592/jsi.v13i2.18690