Abstract
Keseharian guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menuntut penyesuaian terhadap karakteristik dan kebutuhan peserta didik yang beragam, kondisi yang menjadi konteks relevan dalam melihat keterkaitan antara resiliensi dengan burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan burnout pada guru SLB di Jakarta Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 74 guru SLB yang dipilih melalui purposive sampling dari populasi sebanyak 286 guru. Resiliensi diukur menggunakan skala yang disusun berdasarkan konsep Reivich dan Shatte (2002), sedangkan burnout diukur menggunakan skala berdasarkan konsep Maslach dan Jackson (1981). Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson product moment setelah melalui uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil menunjukkan skor resiliensi berada pada rentang 58–128 (M = 95,84), sedangkan skor burnout berada pada rentang 30–80 (M = 53,68). Uji normalitas memperoleh nilai signifikansi 0,071 pada resiliensi dan 0,075 pada burnout (p > 0,05), sehingga data memenuhi asumsi normalitas. Uji korelasi Pearson memperoleh r = -0,616 dengan p = 0,000, yang menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara resiliensi dengan burnout. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,379) menunjukkan bahwa resiliensi berkaitan dengan 37,9% variasi burnout, sedangkan 62,1% sisanya berkaitan dengan faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi resiliensi guru SLB, semakin rendah kecenderungan burnout yang dialami dalam menjalankan tuntutan pekerjaan sehari-hari.References
Asfiyah, E. Y., & Kurniawati P, E. (2014). Hubungan antara Resiliensi dengan Work Engagement pada Guru SLB. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam, 11(2). https://doi.org/10.18860/psi.v11i2.6385
Astutik, L. W., & Fitriyah, H. (2025). Self-Optimism Psychoeducation and Resilience Patterns among Prison Inmates. International Journal of Community Development, 16(3). https://doi.org/10.21070/ijccd.v16i2.1277
Arsini, Y., Rusmana, N., & Sugandhi, N. (2022). Profil resiliensi remaja putri di panti asuhan dilihat pada aspek empathy, emotion regulation, dan self-efficacy. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(1), 76–83. https://doi.org/10.51214/bocp.v4i1.151
Carroll, A., Forrest, K., Sanders-O'Connor, E., Flynn, L., Bower, J. M., Fynes-Clinton, S., York, A., & Ziaei, M. (2022). Teacher stress and burnout in Australia: Examining the role of intrapersonal and environmental factors. Social Psychology of Education, 25(2–3), 441–469. https://doi.org/10.1007/s11218-022-09686-7
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate.
Hofmann, V., Pagnotta, C., Lacombe, N., & Squillaci, M. (2023). Burnout among special education teachers and the role of individual, interpersonal, and organizational risk and protective factors. OBM Integrative and Complementary Medicine, 8(3), 1–25. https://doi.org/10.21926/obm.icm.2303033
Jackson, K., & Parker, L. (2023). Building resilience: Strategies to combat burnout and attrition in new special education teachers. Journal of Special Education Preparation, 3(3), 56–70. https://doi.org/10.33043/josep.3.3.56-70
Janetiana, M. T., & Wibowo, D. H. (2024). Hubungan antara regulasi emosi dan resiliensi pada guru Sekolah Luar Biasa. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(6), 6236–6244.
Lailia, S., & Nuzulia, S. (2024). Pengaruh resiliensi dan psychopathy trait terhadap burnout kerja pada Pegawai Negeri Sipil. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(3), 15379–15392. https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Maisyarah. (2015). Dukungan sosial, kecerdasan emosi dan resiliensi guru Sekolah Luar Biasa. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 4(3), 225 –232. https://doi.org/10.30996/persona.v4i03.717
Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). [Rincian judul/sumber tidak lengkap — lihat catatan di bawah].
Muri Yusuf. (2017). Penelitian kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Kencana.
Nurjanah, D. A., Putri, A. M., & Lutfianawati, D. (2024). Pengaruh resiliensi dan dukungan sosial terhadap work engagement pada guru Sekolah Luar Biasa Bandar Lampung. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4, 12368–12383. http://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/14367
Pratiwi, S. A., & Yuliandri, B. S. (2022). Anteseden dan hasil dari resiliensi. Motiva: Jurnal Psikologi, 5(1), 8–15.
Santoso, E., & Setiawan, J. L. (2018). Peran dukungan sosial keluarga, atasan, dan rekan kerja terhadap resilient self-efficacy guru Sekolah Luar Biasa. Jurnal Psikologi, 45(1), 27–39. https://doi.org/10.22146/jpsi.25011
Sugiyono. (2016). Statistik untuk penelitian. Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D.
Sujarwanto, Saroinsong, W. P., Boonroungrut, C., & Purwoko, B. (2024). Special education teachers' perceived work stress, burnout symptoms, towards adoption of transformational teaching in inclusive schools: A cross-country study between Indonesia and Thailand. European Journal of Educational Research, 13(3), 1215–1226.
Tirik, L. A., Aipipidely, D., Anakaka, D. L., & Manurung, I. F. E. (2025). The influence of social support on resilience in state special school teachers in Alor District. Jurnal Pembelajaran Aktif, 6(1), 449–459.