Abstract
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki peran fundamental dalam membentuk kepribadian, karakter, dan kesehatan mental anak. Namun, tidak semua lingkungan keluarga memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak. Keluarga toxic yakni lingkungan keluarga yang ditandai dengan pola komunikasi destruktif, kontrol berlebihan, manipulasi emosional, kekerasan verbal atau fisik, serta minimnya validasi emosional telah terbukti secara ilmiah memberikan dampak jangka panjang yang serius terhadap perkembangan psikologis, sosial, kognitif, dan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam berbagai bentuk pola asuh dalam keluarga toxic, mekanisme da mpaknya terhadap perkembangan anak, serta konsekuensi jangka panjang yang muncul hingga masa dewasa. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan panduan PRISMA 2020, dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2019–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh dalam keluarga toxic secara konsisten berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan kecemasan, depresi, post-traumatic stress disorder (PTSD), rendahnya harga diri (low self-esteem), kesulitan membentuk hubungan interpersonal yang sehat, serta gangguan perkembangan kognitif dan perilaku. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan pada masa kanak-kanak, tetapi terbukti berlanjut hingga masa remaja dan dewasa, membentuk pola pengasuhan antar-generasi (intergenerational transmission of toxic parenting). Artikel ini juga membahas faktor protektif yang dapat memitigasi dampak negatif tersebut, termasuk peran intervensi profesional, dukungan sosial, dan pengembangan resiliensi anak.References
Felitti, V. J., Anda, R. F., Nordenberg, D., Williamson, D. F., Spitz, A. M., Edwards, V., Koss, M. P., & Marks, J. S. (1998). Household Dysfunction to Many of the Leading Causes of Death in Adults The Adverse Childhood Experiences ( ACE ) Study. 14(4), 245–258.
Jabeen, F., Gerritsen, C., & Treur, J. (2021). Healing the next generation : an adaptive agent model for the effects of parental narcissism. Brain Informatics. https://doi.org/10.1186/s40708-020-00115-z
Kim, H. H., & Kim, Y. S. (2022). The Effects of Bullying on the Life Satisfaction of Multicultural Adolescents: The Mediation Effects of Self-esteem and Social Withdrawal. 27(5), 173–179.
Lake, L. W.-, Alvis, L., Plummer, J. A., Shubert, J., & Syvertsen, A. K. (2023). Adolescents ’ developing awareness of inequality : Racial and ethnic differences in trajectories. 439–457. https://doi.org/10.1111/cdev.13870
Mardani, M., Alipour, F., Rafiey, H., Khoshknab, M. F., & Arshi, M. (2023). Challenges in addiction ‑ affected families : a systematic review of qualitative studies. BMC Psychiatry, 1–19. https://doi.org/10.1186/s12888-023-04927-1
May, T., Younan, R., & Pilkington, P. D. (2022). Adolescent maladaptive schemas and childhood abuse and neglect : A systematic review and meta-analysis. January, 1159–1171. https://doi.org/10.1002/cpp.2712
Mcewen, B. S. (2017). Neurobiological and Systemic Effects of Chronic Stress. https://doi.org/10.1177/2470547017692328
Preventing violence against children 2020: report for the who south-east asia region. (2020).
Rosenfeld, L. B., Ph, D., Richman, J. M., Pi, D., Bowen, G. L., & Ph, D. (2000). Social Support Networks and School Outcomes : The Centrality of the Teacher. 17(3).
Sulistiyaningsih, R. (2023). Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter dan Perilaku Agresif pada Remaja. 3(9), 380–391. https://doi.org/10.17977/10.17977/um070v3i92023p380-391
Yu, T., Zhao, G., Sun, Y., Lu, Z., Liao, Y., Yuan, R., Kang, Z., & Feng, X. (2025). The multimodal neuroimaging signatures and gene expression profiles for adverse childhood experiences.