Abstract
Perjalanan menjadi penyintas kanker tidak hanya ditandai oleh proses pengobatan, tetapi juga oleh berbagai penyesuaian terhadap perubahan kondisi fisik, emosional, dan sosial. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah hubungan antara self-compassion dan resiliensi pada penyintas kanker di Kota Surabaya. Penelitian ini berangkat dari anggapan bahwa kemampuan penyintas dalam beradaptasi terhadap berbagai perubahan akibat kanker tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh sumber daya psikologis, salah satunya self-compassion. Konsep tersebut menggambarkan kemampuan individu untuk memperlakukan dirinya dengan kebaikan hati, pengertian, serta penerimaan ketika menghadapi pengalaman yang berat. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional dan melibatkan 336 penyintas kanker yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Informasi penelitian dikumpulkan melalui Self-Compassion Scale dan Resilience Scale, kemudian diolah menggunakan Korelasi Peringkat Spearman (Spearman Rank Correlation). Pengujian statistik memperlihatkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel. Artinya, penyintas yang memiliki tingkat self-compassion lebih tinggi umumnya memperlihatkan resiliensi yang lebih baik dalam menyesuaikan diri terhadap berbagai tantangan yang muncul selama menjalani penyakit maupun terapi. Berdasarkan temuan tersebut, penguatan kapasitas self-compassion layak dipertimbangkan sebagai bagian dari layanan psikologi, pendampingan, dan kegiatan psikoedukasi guna mengoptimalkan resiliensi serta memelihara kesejahteraan psikologis penyintas kanker.References
Andersen, B. L., DeRubeis, R. J., Berman, B. S., Gruman, J., Champion, V. L., Massie, M. J., Holland, J. C., Partridge, A. H., Bak, K., Somerfield, M. R., & Rowland, J. H. (2020). Screening, assessment, and care of anxiety and depressive symptoms in adults with cancer: An American Society of Clinical Oncology guideline adaptation. Journal of Clinical Oncology, 38(11), 1255–1280. https://doi.org/10.1200/JCO.19.03193
Antari, N. M. A., Lestari, M. D., & Susilawati, L. K. P. A. (2023). Resiliensi dan kualitas hidup pada penyintas kanker payudara. Jurnal Psikologi Udayana, 10(2), 123–134.
Carlson, L. E., Zelinski, E. L., Toivonen, K. I., Flynn, M., Qureshi, M., Piedalue, K. A., & Grant, R. (2019). Mind-body therapies in cancer: What is the latest evidence? Current Oncology Reports, 21(8), 1–10. https://doi.org/10.1007/s11912-019-0792-7
Connor, K. M., & Davidson, J. R. T. (2003). Development of a new resilience scale: The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Depression and Anxiety, 18(2), 76–82. https://doi.org/10.1002/da.10113
Dinas Kesehatan Kota Surabaya. (2024). Profil kesehatan Kota Surabaya tahun 2023. Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Fitri, A. N., Sari, D. P., & Wulandari, R. (2024). Dukungan sosial dan pemulihan psikologis pada penyintas kanker di Indonesia. Jurnal Kesehatan Mental Indonesia, 5(2), 89–102.
Garcia, M. C., Rincón, M. E., & Pérez-San-Gregorio, M. Á. (2021). Self-compassion and anxiety in cancer patients: A systematic review. European Journal of Cancer Care, 30(3), e13404.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023: Data kanker Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.
Kencana, I. P., Suarya, L. M. K. S., & Atmaja, I. M. W. (2017). Isolasi sosial dan dukungan sosial pada penyintas kanker. Jurnal Psikologi Udayana, 4(1), 78–92.
Khamidah, N., Widodo, S., & Utami, M. S. (2019). Stigma pada pasien kanker payudara dan strategi coping. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 6(2), 156–169.
Laalah, E. E. T., & Rahayu, M. N. M. (2024). Hubungan self-compassion dengan resiliensi pada remaja dengan orang tua bercerai. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 14(1), 45–58.
Liang, J., Li, N., Zhang, Y., Ji, L., Qiu, X., & Deng, Z. (2022). Self-compassion may buffer the negative effects of stigma on quality of life among Chinese cancer survivors. Psycho-Oncology, 31(3), 413–421.
Mitchell, A. J., Ferguson, D. W., Gill, J., Paul, J., & Symonds, P. (2013). Depression and anxiety in long-term cancer survivors compared with spouses and healthy controls. The Lancet Oncology, 14(8), 721–732.
National Cancer Institute. (2024). Survivorship: During and after treatment.
Neff, K. D. (2003). Self-compassion: An alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Self and Identity, 2(2), 85–101.
Oktaviani, M., & Wimbarti, S. (2021). Hubungan antara self-compassion dengan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 23(2), 89–103.
Runowicz, C. D., et al. (2023). Cancer survivorship: Updated recommendations.
Suska, A., Wijaya, I. M. K., & Dewi, L. K. C. (2025). Adaptasi psikososial dan depresi pada penyintas kanker. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 8(1), 34–48.
World Health Organization. (2023). Global cancer burden: GLOBOCAN 2020 estimates.
Yao, Y., Chen, X., Bai, L., Lu, Y., & Song, X. (2024). Body image disturbance and psychological distress in cancer survivors. Supportive Care in Cancer, 32(2), 1–9.