PENDAMPINGAN KADER SURABAYA HEBAT DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI KEBONSARI RW 3

Authors

  • Evi Nur Indrawati Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Rossa Delya Pramaishela Putri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Eva Nur Hidayati Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Nashwa Aidhil Rizki Kurniawan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Annisa Roikhatul Jannah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Muh Firdaus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author

Keywords:

Kader Surabaya Hebat, partisipasi masyarakat, pemberdayaan masyarakat, modal sosial, kampung sehat, pengabdian masyarakat

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembangunan kesehatan berbasis komunitas. Namun, tingkat partisipasi masyarakat di RW 3 Kelurahan Kebonsari, Kota Surabaya, masih menghadapi banyak tantangan. Ini terutama karena ciri-ciri kawasan perumahan yang membatasi interaksi sosial antar warga. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan peran Kader Surabaya Hebat (KSH) dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun kampung yang sehat, mandiri, dan berdaya. Observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, pendampingan kader, dan koordinasi dengan pihak setempat memastikan pendekatan partisipatif digunakan dalam pelaksanaan. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil observasi dan umpan balik kader. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSH mampu berfungsi sebagai edukator, motivator, dan penghubung yang menghubungkan masyarakat dengan layanan kesehatan. Terbukti bahwa keterlibatan masyarakat dalam berbagai program kesehatan meningkat melalui pendekatan individu melalui kunjungan rumah, pelatihan kesehatan, dan pemanfaatan media komunikasi warga. Jika ditinjau dari konsep modal sosial, pendekatan personal ini berperan membangun bridging social capital antara kader dan warga perumahan, sedangkan bonding social capital antarwarga masih lemah. Meskipun demikian, mobilitas warga yang tinggi dan keterbatasan waktu akibat aktivitas pekerjaan terus menghambat peningkatan partisipasi masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas kader dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan fasilitas pelayanan kesehatan adalah cara yang efektif untuk membantu membangun kampung yang sehat, mandiri, dan berdaya.

References

Adi. (2007). Perencanaan Partisipatoris Berbasis Aset Komunitas: Dari Pemikiran Menuju Penerapan. Depok: FISIP UI Press.

Afriansyah, Afdhal, & Achmad Mustanir. (2022). Pemberdayaan Masyarakat. Penerbit Ilmu.

Agustina, A., Setianto, B., & Lara, A. G. (2023). Evaluasi pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) rumah tangga (Studi di wilayah kerja Puskesmas Jagir). Jurnal Promotif Preventif, 6(3), 500–505. https://doi.org/10.47650/jpp.v6i3.831

Ahchmad Farich. (2012). Manajemen Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Gosyen Publishing.

Bahri, E. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan: Input, Proses, dan Output. Deepublish.

CISDI. (2026). Mengenal Kader Kesehatan: Ujung Tombak Pembangunan Kesehatan Berbasis Komunitas.

Creswell, J. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.).

Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. (2023). 10 Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Djajanti, C. W., Dwianto, I. H., & Ekawati, N. (2025). Workshop Perawatan Lansia pada Kader Surabaya Hebat. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 7(2), 362–368.

Effendi, T. (2016). Budaya Gotong Royong Masyarakat dalam Perubahan Sosial Saat Ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 3(1), 1–14.

Fadila, R., & Rachmayanti, R. D. (2021). Pola perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di Kota Surabaya Indonesia. Media Gizi Kesmas, Universitas Airlangga.

Harsanica, D., & Susilo, H. (2026). Peran Kader Surabaya Hebat (KSH) dalam menumbuhkan kualitas kesehatan keluarga di Kelurahan Wiyung Kota Surabaya. J+PLUS UNESA, 15(2), 189–194.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan Hasil Riskesdas Nasional.

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam PIS-PK. Kementerian Kesehatan RI.

Khatimah, W. H. L. M. F. B. F. D. N. S. N. H. (2023). Dukungan Kader Jumantik dengan Perilaku Masyarakat tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Holistik Jurnal Kesehatan, 17(1).

Marina, R., & Ariati, J. (2021). Peran Pendampingan Kader Jumantik terhadap Tindakan Masyarakat yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Aedes sp di Wilayah Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Prosiding Penelitian Pendidikan Dan Pengabdian.

Miles, M. B., Huberman, M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Nur Elly, Yosephin, D. B., Simanjuntak, & Asmawati. (2021). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga.

Downloads

Published

2026-10-25

How to Cite

PENDAMPINGAN KADER SURABAYA HEBAT DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI KEBONSARI RW 3. (2026). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 8(2). https://journal.cib.institute/index.php/krepa/article/view/5709

Similar Articles

11-20 of 419

You may also start an advanced similarity search for this article.