PSIKOEDUKASI PARENTAL BURNOUT UNTUK MENCEGAH KELELAHAN PENGASUHAN PADA IBU PKK DI DESA SENTONO, KARANGDOWO, KLATEN
DOI:
https://doi.org/10.2238/edd73392Keywords:
parental burnout, psikoedukasi, ibu PKK, kelelahan pengasuhan, kualitatifAbstract
Kelelahan pengasuhan (parental burnout) merupakan sindrom kelelahan kronis yang spesifik terkait peran orang tua, namun kesadaran terhadap kondisi ini pada ibu-ibu di kawasan perdesaan Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan memaknai proses serta hasil program psikoedukasi parental burnout yang diselenggarakan bagi ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Dukuh Plumbon, Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap informan kunci, diskusi kelompok terfokus, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu: (1) kesadaran awal ibu terhadap istilah parental burnout rendah meskipun pengalaman kelelahan fisik, emosional, dan mental dalam pengasuhan telah dirasakan secara nyata; (2) psikoedukasi mendorong proses pengenalan diri berupa kemampuan mengidentifikasi gejala, penyebab, dan strategi pencegahan kelelahan pengasuhan; (3) nilai-nilai keislaman dan moderasi beragama menjadi bingkai penguat penerimaan materi psikoedukasi; serta (4) forum PKK berfungsi sebagai ruang dukungan sebaya yang memperkuat modal sosial dan sumber daya psikologis ibu. Temuan ini memperkuat kerangka teori Balance between Risks and Resources dengan menunjukkan bahwa penguatan sumber daya sosial, spiritual, dan relasional melalui organisasi perempuan berbasis komunitas dapat menjadi strategi pencegahan kelelahan pengasuhan yang aksesibel di wilayah perdesaan. Penelitian ini merekomendasikan penjadwalan psikoedukasi secara rutin melalui forum PKK serta pengukuran dampak secara berkelanjutan pada penelitian selanjutnya.References
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Damastuti, A., & Adiati, R. P. (2022). Hubungan perfeksionisme dengan parental burnout ibu bekerja yang dimoderasi oleh perceived social support. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 362–370. https://doi.org/10.20473/brpkm.v2i1.34194
Fazny, B. Y. (2021). Analysis of parental burnout conditions during the Covid-19 pandemic in Indonesia. Journal of Advanced Guidance and Counseling, 2(2), 109–122. https://doi.org/10.21580/jagc.2021.2.2.9200
Fentiana, N., Nasution, D. A., & Ginting, D. (2021). Pengetahuan 1000 HPK ibu dan stunting balita di desa non prioritas stunting. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(3), 1184–1187. https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i3.1631
Fitriani, Y., Gina, F., & Perdhana, T. S. (2021). Gambaran parenting stress pada ibu ditinjau dari status pekerjaan dan ekonomi serta bantuan pengasuhan. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 10(2), 98–107. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v10i2.5697
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2022). Desa/kelurahan ramah perempuan dan peduli anak (DRPPA). https://www.kemenpppa.go.id
Mikolajczak, M., Aunola, K., Sorkkila, M., & Roskam, I. (2023). 15 years of parental burnout research: Systematic review and agenda. Current Directions in Psychological Science, 32(4), 276–283. https://doi.org/10.1177/09637214221142777
Mikolajczak, M., Gross, J. J., & Roskam, I. (2019). Parental burnout: What is it, and why does it matter? Clinical Psychological Science, 7(6), 1319–1329. https://doi.org/10.1177/2167702619858430
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Rev. ed.). PT Remaja Rosdakarya.
Nurillah, A. H., & Herdiana, I. (2024). The pandemic and parental mental health: A conceptual review of parental burnout. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 12(2), 244–252. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v12i2.14723
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Rahmani, F. P., & Nashori, F. (2024). Menurunkan parental burnout ibu dengan anak usia prasekolah: Efektifkah pelatihan mindfulness spiritual berbasis Islam? Motiva: Jurnal Psikologi, 7(1), 38–51. https://doi.org/10.31293/mv.v7i1.7704
Roskam, I., & Mikolajczak, M. (2018). A theoretical and clinical framework for parental burnout: The balance between risks and resources (BR2). Frontiers in Psychology, 9, Article 886. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.00886
Santrock, J. W. (2012). Life-span development (14th ed.). McGraw-Hill.
Sriyani, S., Hidayati, I., & Ulpa, E. P. (2026). Tiga lapis kelelahan: Potret parental burnout pada ibu bekerja sebagai single parent. Jurnal Psikologi Malahayati, 8(1), Article 20714. https://doi.org/10.33024/jpm.v8i1.20714
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Surtiani, A., Oktoriandar, A., Mulyanti, N. S., Hasanah, S., & Astuti, W. S. B. (2025). Keterlibatan perempuan dalam pemerintahan desa: Studi tentang peran PKK dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Gajah Mekar Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung. Jurnal Politik, 3(2), 49–57. https://ejournal.iwu.ac.id/index.php/bureaucratic/article/view/270
Syahra, R. (2025). Modal sosial: Konsep dan aplikasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 5(1), 1–22. https://doi.org/10.14203/jmb.v5i1.256
Urbanowicz, A. M., Shankland, R., Rance, J., Bennett, P., Leys, C., & Gauchet, A. (2023). Cognitive behavioral stress management for parents: Prevention and reduction of parental burnout. International Journal of Clinical and Health Psychology, 23(4), Article 100365. https://doi.org/10.1016/j.ijchp.2023.100365

