PEMBERDAYAAN PRIMA TANI MELALUI INOVASI ALAT PENABUR PUPUK DAN PESTISIDA NABATI GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI PERTANIAN
DOI:
https://doi.org/10.2238/1yzfa079Keywords:
Asset-Based Community Development (ABCD), pestisida nabati, alat penabur pupuk, pemberdayaan kelompok taniAbstract
Kelompok Tani (Poktan) Prima Tani RW 08 Kelurahan Kebraon merupakan kelompok tani yang beranggotakan mayoritas warga lanjut usia dan memanfaatkan lahan kosong pemerintah sebagai media pertanian perkotaan (urban farming). Meskipun memiliki potensi yang baik, proses pemupukan masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan pengendalian hama masih bergantung pada pestisida kimia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi budidaya tanaman melalui inovasi alat penabur pupuk serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Poktan dalam pembuatan pestisida nabati berbahan lokal. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) yang meliputi tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny. Program diawali dengan identifikasi potensi dan permasalahan mitra, dilanjutkan perancangan alat penabur pupuk berbahan galon bekas, pipa PVC, dan ban karet bekas, serta pelatihan pembuatan pestisida nabati berbahan daun singkong dan kunyit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat penabur pupuk mampu mempermudah pengaturan dosis pupuk, menghasilkan sebaran pupuk yang lebih merata, mengurangi kebutuhan anggota untuk membungkuk atau jo ngkok, serta meningkatkan efisiensi proses pemupukan. Selain itu, pelatihan yang diikuti sekitar sepuluh anggota Poktan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membuat, mengencerkan, dan mengaplikasikan pestisida nabati sesuai standar operasional prosedur. Program ini juga mendorong pemanfaatan bahan lokal dan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan secara mandiri. Dengan demikian, pendekatan ABCD melalui inovasi alat penabur pupuk dan pestisida nabati mampu meningkatkan kapasitas anggota Poktan Prima Tani dalam mendukung praktik pertanian perkotaan yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.References
Amri, K. (2024). Potensi Keberlanjutan Urban Farming Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Di Kota Pekanbaru : Perspektif Pelaku Urban Farming. 7(1), 26–36.
Fitriahadi, E., Astuti, D. Y., Khairunnisa, S., & Sirley, D. P. (2025). Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Pembuatan Pestisida Nabati Dan Tanaman Obat Keluarga. 5, 304–312. Https://Doi.Org/10.37373/Bemas.V5i2.1428
Isman, M. B. (2020). Botanical Insecticides In The Twenty-First Century—Fulfilling Their Promise? Annual Review Of Entomology, 65, 233–249.
Mathie, A., & Cunningham, G. (2002). FROM CLIENTS TO CITIZENS : ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT AS A STRATEGY FOR COMMUNITY -DRIVEN DEVELOPMENT. 4.
Negi, P. S. (2012). Plant Extracts For The Control Of Bacterial Growth: Efficacy, Stability And Safety Issues For Food Application. International Journal Of Food Microbiology, 156(1), 7–17. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.1016/J.Ijfoodmicro.2012.03.006
Rakhmad, H., & Irawan, T. B. (2018). Ipteks Bagi Masyarakat Kelompok Tani Produksi Pestisida Nabati Karangmelok, Kecamatan Tamanan, Bondowoso. 1–5.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion Of Innovations (5th Ed.). New York: Free Press.
Yusdiantara, Setyadi, I. H., Maulana, Y., & Farahdiansari, A. P. (2025). Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Dan Pestisida Nabati Di Desa Bancer Bojonegoro. 7(2), 267–275.

