DIPLOMASI TRACK TWO LINTAS IMAN: PENGARUH DIALOG ANTARUMAT BERAGAMA DALAM MENEKAN SENTIMEN ANTI-ISLAM DI NEGARA-NEGARA BARAT

Authors
  • Muh Riswan R

    Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Makassar, Indonesia
    Author
  • M Al Qadry

    Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Makassar, Indonesia
    Author
  • Lutfiana Ulfa

    Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Makassar, Indonesia
    Author
  • Irsyad Dahri

    Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Makassar, Indonesia
    Author
Keywords:
Diplomasi Track Two, Dialog Lintas Iman, Islamofobia, Minoritas Muslim, Perlindungan Hukum
Abstract
Fenomena ketakutan terhadap Islam di negara-negara Barat mengungkapkan batasan dari diplomasi formal (Track One) dalam menyentuh akar permasalahan sosial dan budaya. Kajian kualitatif deskriptif-analitis ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan diplomasi jalur dua (Track Two) yang berbasis dialog antaragama dalam mengurangi sentimen negatif terhadap Islam serta dampaknya terhadap pembentukan regulasi perlindungan hukum bagi komunitas Muslim yang jadi minoritas. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari studi pustaka yang bersumber dari jurnal ilmiah terkemuka, laporan resmi dari institusi keagamaan global, dokumen resolusi PBB, serta catatan mengenai penanganan kejahatan kebencian di Eropa dan Amerika Utara. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa kerja sama antara para ulama, pemimpin agama, dan organisasi internasional dapat secara efektif mendekontruksi stigma negatif dengan menyebarkan narasi yang inklusif di masyarakat lokal. Selain itu, kekuatan moral yang dimiliki oleh para aktor non-pemerintah terbukti mampu mendorong penyusunan kebijakan publik yang lebih adil, seperti peraturan yang lebih ketat mengenai ujaran kebencian dan pengakuan terhadap hak sipil komunitas Muslim minoritas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diplomasi Track Two melalui dialog antaragama bukan hanya alat simbolik untuk keberagaman, namun juga merupakan pendekatan strategis yang sangat efektif. Pendekatan ini memiliki kemampuan untuk menjembatani perbedaan budaya sekaligus memperkuat posisi hukum komunitas Muslim minoritas dengan cara yang berkelanjutan di negara-negara Barat.
References

Agha, H., Feldman, S., Khalidi, A., & Schiff, Z. (2003). Track-II diplomacy: Lessons from the Middle East. MIT Press.

All-Party Parliamentary Group (APPG) on British Muslims. (2018). Islamophobia defined: The report on the inquiry into a working definition of Islamophobia. APPG on British Muslims.

Appleby, R. S. (2000). The ambivalence of the sacred: Religion, violence, and reconciliation. Rowman & Littlefield Publishers.

Berger, P. L. (Ed.). (1999). The desecularization of the world: Resurgent religion and world politics. Wm. B. Eerdmans Publishing.

Bleich, E. (2011). What is Islamophobia? Analysis of a concept and its indicators. Annals of the American Academy of Political and Social Science, 637(1), 1581–1589. https://doi.org/10.1177/0002716211407051

Johnston, D., & Sampson, C. (Eds.). (1994). Religion, the missing dimension of statecraft. Oxford University Press.

Modood, T. (2007). Multiculturalism: A civic idea. Polity Press.

Montville, J. V. (1987). The arrow and the olive branch: A case for Track Two diplomacy. In J. W. McDonald Jr. & D. B. Bendahmane (Eds.), Conflict resolution: Track Two diplomacy (pp. 5–20). Foreign Service Institute, U.S. Department of State.

Nye, J. S., Jr. (2004). Soft power: The means to success in world politics. PublicAffairs.

Cover Image
Downloads
Published
2026-10-09
Section
Articles

How to Cite

DIPLOMASI TRACK TWO LINTAS IMAN: PENGARUH DIALOG ANTARUMAT BERAGAMA DALAM MENEKAN SENTIMEN ANTI-ISLAM DI NEGARA-NEGARA BARAT. (2026). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(12). https://journal.cib.institute/index.php/causa/article/view/5066

Similar Articles

1-10 of 333

You may also start an advanced similarity search for this article.