Tindak Tutur Direktif dan Ekspresif pada Anak Usia 23 Bulan Dalam Berinteraksi dengan Orang Lain

Main Article Content

Dastinamira Lintang Pradhiktha
Bagiya

Abstract

Anak usia 18-24 bulan berada pada masa transisi dari ujaran satu kata (holofrasa) menuju ujaran dua kata, ketika kemampuan menyampaikan maksud berkembang pesat meskipun struktur kebahasaannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif dan ekspresif yang dituturkan anak usia 18-24 bulan dalam berinteraksi dengan orang lain, serta bentuk kebahasaan yang digunakannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek Nuha Syafia Al Ahmad anak berusia 23 bulan di Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia. Data berupa tuturan anak beserta konteks situasinya, dikumpulkan melalui observasi partisipatif, perekaman audio-video, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis berdasarkan teori tindak tutur Searle (1976). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif muncul dalam fungsi meminta, memanggil, mengajak, dan menolak, sedangkan tindak tutur ekspresif muncul dalam fungsi menyatakan senang, kagum, sakit, dan tidak suka. Tuturan tersebut berbentuk satu kata, dua kata, dan onomatope, serta sering disertai gestur, intonasi, dan penyederhanaan bunyi. Interaksi dengan orang tua, pengasuh, dan teman bermain berperan dalam memunculkan dan memperkaya tuturan anak. Simpulannya, anak usia 18-24 bulan sudah mampu menyampaikan maksud komunikatif secara efektif sebelum menguasai tata bahasa, sehingga tuturannya perlu dimaknai bersama konteks dan penyertanya.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Tindak Tutur Direktif dan Ekspresif pada Anak Usia 23 Bulan Dalam Berinteraksi dengan Orang Lain. (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 14(2). https://journal.cib.institute/index.php/argopuro/article/view/5610

References

Antika, C. D., Tobing, V. M. T., & Faizin, A. 2025. Analisis pemerolehan tindak tutur ilokusi anak usia 2-3 tahun selama menonton video edukasi YouTube Kinderflix di Kecamatan Wonokromo Surabaya. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 27499-27507. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.31291

Austin, J. L. 1962. How to do things with words. Oxford University Press.

Dardjowidjojo, S. 2016. Psikolinguistik: Pengantar pemahaman bahasa manusia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Hübscher, I., & Prieto, P. 2019. Gestural and prosodic development act as sister systems and jointly pave the way for children’s sociopragmatic development. Frontiers in Psychology, 10, Article 1259. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.01259

Kusuma, P. A., & Arsyad, M. R. P. S. 2025. Pemerolehan bahasa anak tantrum usia 1-3 tahun: Bentuk kalimat, makna, dan strategi tutur. Jurnal Basataka, 8(2), 870-876. https://doi.org/10.36277/basataka.v8i2.950

Murdianingsih, A. 2019. Tindak tutur direktif dan ekspresif anak usia dini 5-6 tahun di TK Siti Khadijah Banjarmasin. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 9(2), 121-131. https://doi.org/10.20527/jbsp.v9i2.7476

Oren, A., Dromi, E., Goldberg, S., & Mimouni-Bloch, A. 2021. Pragmatic profiles of toddlers with autism spectrum disorder at the onset of speech. Frontiers in Neurology, 11, Article 612314. https://doi.org/10.3389/fneur.2020.612314

Searle, J. R. 1976. A classification of illocutionary acts. Language in Society, 5(1), 1-23.

Sudding, M. F. J., Sembiring, S. A., Musdalifah, M., & Azhari, A. 2025. Speech acts in early childhood: A case study of pragmatic development in two-year-olds. ELT Worldwide: Journal of English Language Teaching, 12(1), 159-171. https://doi.org/10.26858/eltww.v12i1.72013