PENGARUH PERBEDAAN FREKUENSI PEMUTARAN TELUR SECARA MANUAL TERHADAP FERTILITAS, DAYA TETAS, DAN MORTALITAS EMBRIO TELUR PUYUH (Coturnix coturnix japonica)
PDF

Keywords

daya tetas; fertilitas; frekuensi pemutaran; mortalitas embrio; telur puyuh

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan frekuensi pemutaran telur secara manual terhadap fertilitas, daya tetas, dan mortalitas embrio telur puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan pada Februari 2026 di Laboratorium Penetasan Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi IPB University Kampus Sukabumi. Sebanyak 96 butir telur puyuh digunakan dalam penelitian ini. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan, yaitu pemutaran telur secara manual sebanyak 3 kali per hari (P1) dan 6 kali per hari (P2), masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Telur diinkubasi pada suhu 37,5 °C dengan kelembaban 55–70%. Parameter yang diamati meliputi fertilitas, daya tetas, dan mortalitas embrio. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemutaran telur secara manual tidak memberikan pengaruh yang nyata (P > 0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Nilai fertilitas pada P1 dan P2 masing-masing sebesar 81,23±6,25% dan 79,13±3,58%. Daya tetas pada P1 dan P2 berturut-turut sebesar 77,04±7,17% dan 76,47±7,06%, sedangkan mortalitas embrio sebesar 23,17±1,80% dan 23,53±7,06. Hasil analisis breakout menunjukkan bahwa kematian embrio fase awal dan pertengahan lebih banyak terjadi pada P1, sedangkan kematian fase akhir lebih tinggi pada P2. Disimpulkan bahwa frekuensi pemutaran telur secara manual sebanyak 3 kali maupun 6 kali per hari menghasilkan kinerja penetasan yang relatif sama. Pemutaran telur sebanyak 3 kali per hari dapat diterapkan sebagai alternatif yang lebih efisien tanpa menurunkan keberhasilan penetasan telur puyuh.
DOI: https://doi.org/10.2238/6hyhej12
PDF

References

Al-Rajhi, M. A. I. & Ghareeb, S. 2023. Manufacture and evaluation of a semi-automatic incubator for hatching quail eggs. Mediterranean Agricultural Sciences, 36 (2), 83-89.

Ammar, M., Koesmara, H., Mudastsir, Hidayati, N., Fahrina, Y., Rifni, U., & Khalida, Q. 2026. Pengaruh suhu dan kelembaban yang berbeda terhadap daya tetas dan mortalitas telur ayam Joper. Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 8 (1), 40–45.

Anggraeni., Fitrah, R., & Sudrajat, D. 2018. Pengaruh temperatur lama penyimpanan telur puyuh terhadap daya tetas, fertilitas, bobot susut telur, dan bobot tetas telur puyuh. Jurnal Peternakan Nusantara, 4 (1), 25-32.

Badan Pusat Statistik. 2025. Rata-rata konsumsi kalori dan protein per kapita per hari menurut provinsi, 2007-2025. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Efendi, Z., Ramon, E., Zurina, R., & Malianti, L. 2023. Pengaruh frekuensi pemutaran telur itik persilangan Mojosari Alabio (MA) dalam incubator terhadap daya tetas dan bobot tetas telur itik. Jurnal Inspirasi Peternakan, 3 (1), 1-9.

Indi, A., Aka, R., Aku, A. S., & Hasria. 2022. An analysis of egg screening: Effect of frequency on hatchability, hatch weight, and embryo mortality of quail (Coturnix coturnix japonica). Advances in Biological Sciences Research, 20, 56-60.

Kaharuddin, D. & K. Kususiyah. 2017. Performan puyuh lokal asal Payakumbuh, Bengkulu dan hasil persilangannya. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 12 (3), 317-324.

Lukman, L., Syamsuryadi, B., & Mutmainna, I. 2020. Frekuensi pemutaran telur terhadap nilai mortalitas, daya tetas dan bobot tetas telur puyuh. Agrominansia, 5 (1) , 89-97.

Mawaddah, S., Ayuningtyas, G., Gunawan, L. A., Pratama, A., Khalijah, R., Ramadhani, A., Nurullita, D., Sekar, A. D., Margareth, S. R., & Jatmiko, M. R. 2025. Pengaruh sudut putar telur terhadap performa telur tetas itik Cihateup. Journal of Animal Husbandry, 4 (2), 109–114.

Neonnub, J., Adriani, L., & Setiawan, I. 2019. Pengaruh level suhu mesin tetas terhadap daya tetas dan bobot tetas telur puyuh Padjadjaran. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 19 (2), 1-5.

Nova, T. D., Azhar, & Misbah. 2025. Quail eggs (Coturnix coturnix japonica)’s fertility, hatchability, hatch weight, and saleable DOQ at quail farm. Andalasian Livestock Journal, 2 (1), 16-27.

Novieta, I. D., Alwi, M. A., Fitriani, F., Mubarak, S. Z., & Jamili, M. A. 2022. Fertilitas dan daya tetas telur puyuh (Coturnix coturnix japonica) dengan penambahan tepung daun pepaya pada pakan. Journal of Animal Husbandry, 1 (2), 64-69.

Ono, H., Hou, P. C. L., Tazawa, H. 1994. Responses of developing chicken embryos to acute changes in ambient temperature: Noninvasive study of heart rate. Israel Journal of Zoology, 40, 467-480.

Romao, J. M., Moraes, T. G. V., Teixeira, R. S. C., Buxade, C. C., & Cardoso, W. M. 2009. Incubation of Japanese quail eggs at different temperatures: hatchability, hatch weight, hatch time and embryonic mortality. Archives of Veterinary Science, 14 (3), 115-162.

Suhadi, M., Herdiansah, R., & Wati, N. E. 2022. Frekuensi pemutaran telur untuk meningkatkan daya tetas, fertilitas, mortalitas telur puyuh (Coturnix coturnix japonica). Wahana Peternakan, 6 (3), 197–200.

Sukma, R. A., Lambey, L. M. S., Tangkau, F. J., Nangoy, J. L. P., Saerang, & Assa, G. V. J. 2025. Studi kasus kualitas fisik dan daya tetas telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) yang dikirim melalui jasa pengiriman. Zootec, 45 (1), 74–81.

Linden, J. 2014. Bobwhite Quail Production 2. The Poultry Site.