Abstract
Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman legum bernilai ekonomi tinggi dan toleran terhadap kondisi kering, namun produktivitasnya di Kalimantan Barat masih lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Salah satu upaya peningkatan produksi adalah pemanfaatan lahan gambut yang luas, tetapi lahan ini memiliki kendala berupa pH rendah, kejenuhan basa rendah, serta ketersediaan unsur hara yang terbatas. Penggunaan abu boiler pabrik kelapa sawit sebagai amelioran dan pupuk SP-36 sebagai sumber fosfor diharapkan mampu memperbaiki sifat kimia tanah gambut dan meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis abu boiler pabrik kelapa sawit dan pupuk SP-36 yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Jl. Parit Haji Muksin II, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada bulan Oktober–Desember 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah abu boiler pabrik kelapa sawit dengan dosis 10, 15, dan 20 ton/ha, sedangkan faktor kedua adalah pupuk SP-36 dengan dosis 100, 200, dan 300 kg/ha. Setiap perlakuan diulang tiga kali dengan empat tanaman sampel. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi, persentase polong hampa, berat biji kering per tanaman, berat 100 biji kering, dan jumlah bintil akar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa dosis abu boiler pabrik kelapa sawit 10 ton/ha dan pupuk SP-36 dosis 100 kg/ha sudah cukup efektif untuk mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah gambut.References
Addini, I., D. Saputra, A. F. Ilhamdy, dan T. Julianto. 2017. Pertumbuhan mikroalga Spirulinna plantensis yang dikultur dengan media teknis. Intek Akuakultur. 1 (1) : 51-55.
Armaini, E. A. 2017. Pengaruh pupuk kandang sapi dan jarak tanam terhadap pertumbuhan serta hasil jagung semi (baby corn) dan kacang hijau (Vigna radiata L.) pada pola tumpangsari. Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Riau, 4(1), 1–16.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, 2024, Produksi Tanaman Kacang Hijau Kalimantan Barat Tahun 2022. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, 2024, Produksi Tanaman Kacang Hijau Kalimantan Barat Tahun 2021. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat.
Dahlia, I., & Setiono, S. 2020. Pengaruh pemberian kombinasi dolomit+ Sp-36 dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L) di Ultisol. Jurnal Sains Agro, 5 (1).
Hakim, T., Lardi, S., Wasito, M., & Lubis, N. 2021. Buku Monograf Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Dewangga Publishing.
Hanafi, A. 2008. Pemanfaatan tambak tanah sulfat masam untuk budidaya rumput laut (Gracillaria verrucosa). Balai Penelitian Perikanan Pantai.
Kementrian Pertanian Republik Indonesia. 2024. Statistik Pertanian 2024. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Pertanian Kementrian Pertanian Republik Indonesia.
Kustiawan, N., Zahrah, S., & Maharani, T. 2022. Respons Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata. L) Terhadap Pemberian Amelioran Kation Polivalen Cu2+, Fe3+, Zn2+ Dan Kompos Pelepah Kelapa Sawit Pada Media Gambut. Dinamika Pertanian, 38(1).
Rukmana, R. 2006. Kacang Hijau : Budidaya dan Pascapanen. Yogyakarta: Kanisius.
Sumaryo dan Suryono. 2000. Pengaruh Dosis Pupuk Dolomit dan SP-36 terhadap Jumlah Bintil Akar dan Hasil Tanaman Kacang Tanah di Tanah Latosol.
Tri Indra Sasongko, Z. 2023. Pengaruh Abu Boiler dan Pupuk TSP Terhadap Pertumbuhan Serta Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.). Jurnal Agroteknologi, Agribisnis, dan Akuakultur, 3(2), 146-160.