PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP DAYA TETAS DAN MORTALITAS PADA SANITASI TELUR PUYUH JEPANG (Coturnix japonica)
PDF

Keywords

bawang putih
daun kersen
daya tetas
mortalitas embrio
puyuh
sanitasi telur

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) dan bawang putih (Allium sativum) sebagai bahan sanitasi telur puyuh Jepang terhadap daya tetas dan mortalitas embrio. Penelitian dilakukan di Laboratorium Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak Sekolah Vokasi IPB University dengan menggunakan tiga perlakuan sanitasi telur, yaitu fumigasi formalin dan kalium permanganat sebagai kontrol (P1), pemberian kombinasi ekstrak daun kersen dan bawang putih dengan konsentrasi 10% (P2), dan konsentrasi 20% (P3). Parameter yang diamati meliputi daya tetas dan mortalitas embrio. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis perlakuan sanitasi telur yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap daya tetas maupun mortalitas embrio (p-value>0,05). Meskipun nilai rata-rata daya tetas dan mortalitas embrio telur puyuh yang disanitasi menggunakan ekstrak daun kersen dan bawang putih dengan konsentrasi 10% dan 20% masih lebih rendah dibandingkan telur puyuh yang difumigasi dengan formalin dan kalium permanganat, namun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi ekstrak daun kersen dan bawang putih berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan sanitasi alternatif pengganti fumigasi dengan bahan kimia formalin dan kalium permanganat.
DOI: https://doi.org/10.2238/wz3drm56
PDF

References

Ajrina V, Herlia E, Hidayati YA. 2021. Pengaruh pemberian infusa daun kersen (Muntingia calabura L.) sebagai disinfektan alami terhadap penurunan jumlah bakteri dan zona hambat pada mesin tetas telur itik. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan. 2(2):56–63.

Akarikiyal SA, Dei HK, Mohammed A. 2022. Quail production systems, prospects and constraints in Ghana. Asia Pacific Journal of Sustainable Agriculture Food and Energy. 10(2) : 55-68.

Aldiyanti A, Rizkuna A, Manullang JR, Fajrih N. 2025. Optimasi penetasan ayam kampung : Pengaruh variasi bobot telur terhadap fertilitas dan daya tetas. Jurnal Ilmu Peternakan. 19 (2): 7-12.

Alkhakim FH, Huda MN, Fitri GD, Ambarwati D, Tistiana H. 2016. Pengaruh ekstrak daun kersen terhadap daya tetas dan mortalitas telur itik hibrida. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 26(2): 8–13.

Ayuningtyas G, Martini R, Yulianti W. 2020. Potensi ekstrak daun kersen sebagai bahan sanitasi kerabang telur pada proses penetasan telur itik Alabio. Jurnal Sains Terapan. 10(2):50–61. doi:10.29244/jstsv.10.2.50-61.

Fatwa, M Basarang, dan W Rustiah. 2022. Uji efektivitas antibakteri sari bawang putih (Allium sativum L.) terhadap bakteri yang diisolasi dari mulut. Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan. 7(1): 30–39.

Halim BF, Wattiheluw MJ, Horhoruw WM. 2022. Pengaruh formaldehyde dan ekstrak daun miana (Coleus scutellaroides (L) Bth) terhadap mortalitas dan daya tetas telur ayam buras. Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman. 10(2) : 79-85.

Huda F, Huda MN, Fitri GD, Ambarwati D, Tistiana H. 2020. Pengaruh ekstrak daun kersen terhadap daya tetas dan mortalitas telur itik hibrida. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 26(2):8–13.

Kabir, Nafiu LO, Has H. 2020. Fertilitas, daya hidup embrio dan daya tetas telur hasil persilangan ayam bangkok dan ayam tolaki yang diberi H2O2 berbeda. Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo. 2(3) : 282-285.

Meidita F, Rahma R, Ananta D. 2025. Inseminasi buatan dan Teknik penetasan telur terhadap keberhasilan reproduksi ayam lokal. Jurnal Tropicalanimal. 2(3).

Moulia MN, Syarief R, Iriani ES, Kusumaningrum HD, dan Suyatma NE. 2018. Antimikroba ekstrak bawang putih. Jurnal Pangan. 27(1): 55–66.

Septiyani D, Prakoso H, Warnoto. 2016. Pengaruh sanitasi dengan metode pengelapan pada penetasan telur itik menggunakan ekstrak daun sirih (Piper betle L.) terhadap daya tetas dan mortalitas embrio. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 11(1): 31–38.