PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L) PADA PROSES DESINFEKSI MESIN TETAS TERHADAP DAYA TETAS DAN MORTALITAS EMBRIO TELUR PUYUH
PDF

Keywords

Allium Sativum L
bawang putih
daya tetas
mesin tetas
mortalitas embrio

Abstract

Keberhasilan penetasan puyuh dipengaruhi oleh sedikitnya kontaminasi mikroba di dalam mesin tetas. Desinfektan komersial umumnya mahal dan kurang praktis untuk skala yang kecil, sehingga diperlukan desinfektan alami alternatif seperti ekstrak bawang putih (Allium Sativum L) yang mengandung senyawa antimikroba alicin. Penelitian ini dilakukan yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan ekstrak bawang putih dalam proses desinfeksi mesin tetas terhadap daya tetas dan mortalitas embrio puyuh. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan dengan total sampel telur puyuh yang diuji sebanyak 84 butir. Perlakuan yang diuji meliputi P0 (desinfektan komersil berbasis iodine) dan P1 (Ekstrak bawang putih dosis 284 ml untuk volume 0,74 m³). Variabel yang diamati adalah fertilitas, daya tetas, mortalitas embrio. Data yang dianalisis menggunakan uji t-independent sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak bawang putih memberikan rataan daya tetas yang jauh lebih tinggi (94,65% ± 4,64%) dibandingkan dengan penggunaan desinfektan komersil (74,41% ± 17,81%), serta mampu menekan angka mortalitas embrio hingga 5,35 % ± 4,64 % (P0 sebesar 21,59 % ± 17,81 %). Meskipun secara deskriptif menunjukkan perfroma yang lebih tinggi, analisis statistik menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P > 0,05) baik pada daya tetas maupun mortalitas embrio.
DOI: https://doi.org/10.2238/4w761286
PDF

References

Abd El-Hack, CB Hurtado, M Toro, M Alawanyi, M Abdelfattah, SS Elnesr. 2019. Fertility and hatchability in duck eggs. Worlds Poult. Sci J. 75:1-9.

Baylan MI, Akpınar GC, Canoğulları S, Ayasan T. 2018.The effects of using garlic extract for quail hatching egg disinfection on hatching results and performance. Brazilian Journal of Poultry Science. 20(2); 343–350

El-Kashef MMA, El-Sabry M I. 2025.Egg sanitation with ginger and garlic solutions affects embryonic development, hatchability, blood parameters and post-hatch performance of Japanese quail. Tropical Animal Health and Production. 57: 338.

Fouad W, Abdel HMS, El-Halim A. 2018. Influence of spraying Garlic oil on embryonic development, hatchability, physiological parameters, post-hatch chick growth and bacterial contamination of fertile quail eggs. Egypt Poult Sci J. 38(3):877–893.

Lestariningsih, Palupi I, Wardana NE. 2023. Manajemen penetasan itik peking (Studi kasus di Desa Pakisrejo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar). Journal of Science Nusantara. 3(4); 158-162.

Moulia MN, Syarief R, Iriani ES, Kusumaningrum HD, Suyatma NE. 2018. Antimikroba Ekstrak Bawang Putih. PANGAN. 27(1):55-65.

Mirawati I, Hidayat MN, Asgaf K, Syam J, Tanaha AH, Splay MB, Suarda A, Kiramang K, Mursidin, Rusny, Abbas. 2020. Persentase Mortalitas Embrio Burung puyuh yang Diberikan Ekstrak Daun Mengkudu sebagai Desinfektan Alami dalam Proses Penetasan. Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan. 6(2):107-114.

Mawaddah S, Ayuningtyas G, Gunawan LA, Pratama A, Khalijah R, Ramadhani A, Nurullita D, Sekar AD, Margareth SR, Jatmiko MR. 2025. Pengaruh Sudut Putar Telur terhadap Performa Telur Tetas Itik Cihateup. Journal of Animal Husbandry. 4(2):109-114.

Gunawan A, Sugiarti S, Samudera R, Zakir MI, Tursiah T. 2022. Penggunaan bawang putih (Allium sativum L.) sebagai desinfektan pada proses penetasan telur itik. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis. 9(1).