RESPON MORFOLOGI TANAMAN KEDELAI TERHADAP PENAMBAHAN SOIL AMENDMENTS PADA LAHAN SULFAT MASAM
PDF

Keywords

Budidaya Jenuh Air
Kedelai
Lahan Sulfat Masam
Soil Amendments

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan komoditas pangan penting, namun produksi nasional masih belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Upaya peningkatan produksi kedelai melalui pemanfaatan lahan sulfat masam yang memiliki kendala pH tanah yang rendah, kandungan Fe dan Al yang tinggi, serta rendahnya ketersediaan unsur hara, melalui pemberian soil amendments dan penerapan budidaya jenuh air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfologi dan hasil tanaman kedelai terhadap penambahan berbagai kombinasi soil amendments pada lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian dilaksanakan di Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, dimulai pada Bulan Agustus – November. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 jenis perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas kombinasi kapur dolomit, pupuk kandang ayam terfermentasi, dan pupuk kandang kambing terfermentasi dengan dosis berbeda. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian soil amendments berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh variabel pengamatan, Berdasarkan hasil penelitian pemberian berbagai kombinasi soil amendments berupa kapur dolomit, pupuk kandang ayam, dan kambing terfermentasi memberikan pertumbuhan dan hasil yang sama pada tanaman kedelai yang di budidayakan pada tanah sulfat masam.
PDF

References

Adie, M. M., & Krisnawati, A. 2013. Biologi dan agronomi tanaman kedelai. Bogor: Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi).

Badan Pangan Nasional. 2022. Ketersediaan dan Stabilitas Kedelai Butuh Sinergi Stakeholder.

Badan Pusat Statistik Indonesia. 2024. Impor Kedelai menurut Negara Asal Utama, 2017-2024.

Brady, N. C., & Weil, R. R. 2017. The nature and properties of soils (15th ed.). Boston, MA: Pearson Education.

Dent, D., & Pons, L. J. 1995. A world perspective on acid sulphate soils. Geoderma, 67(3–4), 263–276. https://doi.org/10.1016/0016-7061(95)00013-E

Gomez, K. A., & Gomez, A. A. 1984. Statistical procedures for agricultural research (2nd ed.). New York: John Wiley & Sons.

Hidayat, M. S., & Samudin, S. 2024. Efektifitas Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill). Agrotekbis: Jurnal Ilmu Pertanian (e-journal), 12(2), 483-492.

Hungria, M., & Vargas, M. A. T. 2000. Environmental factors affecting N₂ fixation in grain legumes in the tropics, with an emphasis on Brazil. Field Crops Research, 65(2–3), 151–164. https://doi.org/10.1016/S0378-4290(99)00084-2

Listiawati A, Zulfita D, Rahmidiyani, M. 2023. Uji Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame pada Tanah Aluvial. Jurnal Pertanian Agros, 25(3), 2157–2164.

Madani, W. G. 2022. Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) Pada Pemberian Pupuk Kandang Kambing Dan Bio-Growth (Doctoral dissertation, UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU).

Noor, M. 2004. Lahan rawa: Sifat, pengelolaan, dan teknologi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Ponnamperuma, F. N. 1984. Effects of flooding on soils. In T. T. Kozlowski (Ed.), Flooding and plant growth (pp. 9–45). Orlando: Academic Press.

Sumarno. 2016. Kedelai: Teknik produksi dan pengembangan. Malang: Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi).

Suryani, N. dan Syafruddin. 2018. Respon pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) terhadap pemberian pupuk kandang ayam di lahan kering masam. Jurnal Agrotek Tropika, 6(3): 234–241.