STRATEGI PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT UTAMA PADI MELALUI PENDEKATAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU
PDF

Keywords

pengendalian hayati
pengendalian hama terpadu
penyakit padi
wereng batang cokelat
padi

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan strategis yang produktivitasnya dipengaruhi oleh keberadaan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), terutama wereng batang cokelat, penggerek batang, penyakit blas, dan hawar pelepah. Pengendalian yang terlalu bergantung pada pestisida kimia berisiko menimbulkan resistensi, resurjensi, gangguan terhadap musuh alami, serta dampak terhadap lingkungan. Artikel ini bertujuan mensintesis strategi pengelolaan OPT padi berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan menempatkan pencegahan, monitoring, identifikasi, pengelolaan agroekosistem, pengendalian hayati, pestisida nabati, dan penggunaan pestisida kimia secara selektif sebagai komponen yang saling melengkapi. Kajian dilakukan secara naratif terhadap literatur ilmiah dan sumber kelembagaan yang relevan dengan OPT padi dan PHT. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pengendalian yang lebih berkelanjutan tidak bertumpu pada satu metode, tetapi pada kombinasi tindakan yang disesuaikan dengan jenis OPT, fase pertumbuhan tanaman, kondisi agroekosistem, dan tingkat serangan. Monitoring menjadi dasar penting sebelum tindakan pengendalian dilakukan, sedangkan varietas yang sesuai, pemupukan berimbang, sanitasi, konservasi musuh alami, dan agen hayati berfungsi sebagai langkah pencegahan dan pengurangan tekanan OPT. Pestisida kimia tetap dapat digunakan ketika diperlukan, tetapi harus dipilih dan diaplikasikan secara tepat. Penerapan PHT yang konsisten berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pestisida dan mendukung produksi padi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
PDF

References

Aristyawan, T., Muchtar, R., & Meidiantie, D. (2020). Pengaruh agen hayati terhadap wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens Stål) pada tanaman padi. Jurnal Ilmiah Respati, 11(1).

Fatimah, S., Jumar, J., & Ronny, M. (2020). Uji efektivitas ekstrak batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers.) pada hama padi wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stål) dalam skala rumah kaca. Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian.

Gunawan, C. S. E., Mudjiono, G., & Astuti, L. P. (2015). Kelimpahan populasi wereng batang coklat Nilaparvata lugens Stål (Homoptera: Delphacidae) dan laba-laba pada budidaya tanaman padi dengan penerapan pengendalian hama terpadu dan konvensional. Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan), 3(1), 117–122.

Iamba, K., & Dono, D. (2021). A review on brown planthopper (Nilaparvata lugens Stål), a major pest of rice in Asia and Pacific. Asian Journal of Research in Crop Science, 6(4), 7–19. https://doi.org/10.9734/ajrcs/2021/v6i430122

Shi, S., Wang, H., Zha, W., Wu, Y., Liu, K., Xu, D., He, G., Zhou, L., & You, A. (2023). Recent advances in the genetic and biochemical mechanisms of rice resistance to brown planthoppers (Nilaparvata lugens Stål). International Journal of Molecular Sciences, 24(23), 16959. https://doi.org/10.3390/ijms242316959

Zhang, H.-F., Islam, T., & Liu, W.-D. (2022). Integrated pest management programme for cereal blast fungus Magnaporthe oryzae. Journal of Integrative Agriculture, 21(12), 3420–3433. https://doi.org/10.1016/j.jia.2022.08.056

Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. (2011). Pedoman/teknologi pengelolaan organisme pengganggu tanaman padi. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2022). Wereng batang coklat (WBC) pembawa virus kerdil padi. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Najah, S. K., & Winasa, I. W. (2018). Kelimpahan wereng batang cokelat Nilaparvata lugens (Stål) dan walang sangit Leptocorisa oratorius (Fabricius) serta predatornya pada tanaman padi varietas IR 64. Repository Institut Pertanian Bogor.

Hidayah, T. N., & Winasa, I. W. (2018). Kelimpahan wereng batang cokelat Nilaparvata lugens (Stål) dan musuh alaminya pada tiga varietas padi. Repository Institut Pertanian Bogor.