Abstract
Mentimun baby (Cucumis sativus L.) merupakan komoditas sayuran yang bernilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media budidaya mentimun baby cukup banyak menghadapi kendala seperti pH tanah yang rendah, struktur padat, serta keterbatasan unsur hara K dan Ca. Salah satu alternatif dalam upaya menangani hal tersebut yaitu dengan Pemberian tepung cangkang telur bebek yang kaya akan CaCO3 yang berfungsi sebagai amelioran pengganti kapur untuk menaikkan pH tanah dan menyediakan kalsium (Ca), serta dangan menambahkan pupuk KCl yang mengandung unsur kalium tinggi guna untuk menambah hara K yang dapat merangsang pertumbuhan awal, memperkuat batang, dan memperbaiki kualitas buah. Penelitian ini bertujuan mendapatkan interaksi antara tepung cangkang telur bebek dan pupuk KCl yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil mentimun baby pada tanah aluvial. Penelitian menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: dosis tepung cangkang telur bebek (6, 8, dan 10 ton/ha) dan dosis pupuk KCl (100, 150, dan 200 kg/ha). Terdapat Sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan, total 81 tanaman. Variabel pengamatan meliputi volume akar, luas daun, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah, panjang buah, dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara tepung cangkang telur bebek dosis 6 ton/ha dan pupuk KCl dosis 200 kg/ha dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil mentimun baby yang terbaik pada tanah aluvial.References
Ahmadi, A., Astiningrum, M., dan Susilowati, Y. E. (2016). Pengaruh Macam Lanjaran dan Mulsa Pada Hasil Mentimun Var. Oris (Cucumis sativus, L.). Vigor: Jurnal Ilmu Pertanian Tropika Dan Subtropika, 1(1), 38–43.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. (2022). Produksi Tanaman Sayuran dan Buah Semusim Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak. BPS Kalimantan Barat.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. (2025). Jumlah Produksi Telur Unggas dan Susu Sapi Segar Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat (kg), 2023-2024. In Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.
Fanta, R., Maulina, W., Nugroho, A. T., Arkundato, A., dan Berlianti, N. A. (2023). Kajian Sifat Fisik Putih dan Kuning Telur Bebek Selama Penyimpanan Pada Temperatur Berbeda. Journal Of Electronics And Instrumentation, 1(1), 7–14.
Gardner, F. P., Pearce, R. B., dan Mitchell, R. L. (1991). Physiology of Crop Plants (2nd ed.). Iowa: Iowa State University Press.
Hardjowigeno. S. (1986). Ilmu Tanah Perseroan Terbatas. Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa.
Hasibuan, S., Nugraha, M. R., Kevin, A., Rumbata, N., Syahkila, S., Dhewanty, S. A., dan Shafira, T. (2021). Pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai pupuk organik cair di Kecamatan Rumbai Bukit. PRIMA: Journal of Community Empowering and Services, 5(2), 154-160.
Javed, A., Ali, E., Afzal, K. B., Osman, A., dan Riaz, S. (2022). Soil fertility: Factors affecting soil fertility, and biodiversity responsible for soil fertility. International Journal of Plant, Animal and Environmental Sciences, 12(1), 21–33.
Kamalia, S., Dewanti, P., dan Soedradjad, R. (2017). Teknologi hidroponik sistem sumbu pada produksi selada Lollo Rossa (Lactuca sativa L.) dengan penambahan CaCl2 sebagai nutrisi hidroponik. Jurnal Agroteknologi, 11(01), 96-104.
Rahmawati, A. Y., Surachman, S., dan Ruliyansyah, A. (2026). Respon Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Terung Gelatik Terhadap Tepung Cangkang Telur Bebek Pada Tanah Gambut. Jurnal Sains Pertanian Equator, 15(2), 789-796.
Sutanto, R. (2010). Teknologi Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.
Virgundari, S., Hadi, M. S., dan Koeshendarto, K. (2013). Pengaruh Tiga Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai (Capssicum Annum L.) yang Dipupuk KCl Dengan Berbagai Dosis. Jurnal Agrotek Tropika, 1(2