Abstract
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Namun, produktivitas cabai rawit pada tanah aluvial masih tergolong rendah akibat keterbatasan kesuburan tanah, seperti rendahnya kandungan unsur hara, struktur tanah yang kurang baik, serta aktivitas mikroorganisme tanah yang rendah. Upaya perbaikan kesuburan tanah aluvial perlu dilakukan melalui pengelolaan tanah yang tepat, salah satunya dengan pemanfaatan pupuk organik dan anorganik secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokasi Tricho-Tithonia dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan Racana Universitas Tanjungpura pada bulan September hingga Desember 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis bokasi Tricho-Tithonia yang terdiri atas tiga taraf, yaitu 10 ton/ha, 20 ton/ha, dan 30 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri atas tiga taraf, yaitu 300 kg/ha, 400 kg/ha, dan 500 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi komponen pertumbuhan tanaman dan komponen hasil cabai rawit. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan apabila menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5% Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara bokasi Tricho-Tithonia dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Meskipun demikian, kombinasi bokasi Tricho-Tithonia dosis 10 ton/ha dan pupuk NPK dosis 300 kg/ha telah mampu memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang baik. Dengan demikian, penggunaan bokasi Tricho-Tithonia dosis rendah yang dikombinasikan dengan pupuk NPK dapat menjadi alternatif pemupukan yang efisien untuk meningkatkan produktivitas cabai rawit pada tanah aluvial.References
Ditjen Hortikultura. 2024. Outlook Komoditas Hortikultura: Cabai Rawit. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Eliyanti, E., Hidayat, T., & Sulastri, D. 2021a. Analisis produktivitas dan faktor pembatas produksi cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di lahan petani. Jurnal Hortikultura Indonesia, 12(2), 115–124.
Eliyanti, E., Sulastri, D., & Hidayat, T. 2022a. Efektivitas trichokompos berbahan dasar Tithonia diversifolia terhadap pertumbuhan cabai rawit. Jurnal Hortikultura Tropika, 10(1), 70–78.
Eliyanti, E., Yulnafatmawita, & Sulastri, D. 2021c. Potensi Trichoderma spp. dalam pembuatan trichokompos untuk peningkatan kesuburan tanah. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 9(2), 55–64.
Hadijaya, Y. 1994. Kompos: Pengomposan limbah organik dan manfaatnya. Jakarta: Penebar Swadaya.
Justika, B., Sutedjo, M. M., & Kartasapoetra, A. G. 1995. Pengantar Ilmu Tanah: Terbentuknya Tanah dan Tanah Pertanian. Jakarta: Rineka Cipta.
Londoño, B., M., Pérez, J. C. D., & Rivera, J. E. R. 2019. Potential of Tithonia diversifolia as biofertilizer and biopesticide: A review. Journal of Plant Nutrition, 42(1), 1–13.
Ramírez-Rivera, E. J., Herrera-Corredor, J. A., & Díaz-Pérez, J. C. 2010. Nutritional value and phytochemical composition of wild Tithonia diversifolia. Revista Colombiana de Ciencias Hortícolas, 4(1), 85–93.
Ruminta, R., Yani, A., & Sutrisna, A. 2017. Penggunaan bahan organik dan agensia hayati untuk memperbaiki kesuburan tanah dan produksi pertanian. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2017, Palembang, 19–20 Oktober 2017. Balai Penelitian Lahan Rawa.
Taofik, A., Azlan, A., & Ismail, A. 2010. Phytochemical and biological properties of Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray: A review. African Journal of Biotechnology, 9(48), 8317–8321.