Abstract
Klorofil merupakan pigmen alami yang memberikan warna hijau pada bayam (Amaranthus sp.)dan berperan sebagai indikator kualitas visual sayuran. Proses pemanasan dapat menyebabkan degradasi klorofil sehingga warna hijau berubah menjadi lebih gelap akibat terbentuknya feofitin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu pemanasan terhadap stabilitas klorofil pada bayam menggunakan aplikasi Color Identifier. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga perlakuan waktu pemanasan, yaitu 30 detik, 60 detik, dan 90 detik. Pengamatan dilakukan berdasarkan parameter warna RGB, HEX, dan lightness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu pemanasan, semakin rendah intensitas warna hijau dan tingkat lightness daun bayam. Perlakuan selama 30 detik menghasilkan warna hijau yang paling stabil, sedangkan pemanasan selama 60 detik dan 90 detik menyebabkan degradasi klorofil yang ditandai dengan warna hijau yang lebih gelap akibat proses feofitinasi. Dengan demikian, waktu pemanasan berpengaruh terhadap stabilitas klorofil, dan pemanasan selama 30 detik merupakan perlakuan yang paling optimal untuk mempertahankan warna hijau alami bayam.References
Sugeng Hariadi, S. Z. (2024). Pengaruh Modal, Tenaga Kerja, Lama Usaha Terhadap Pendapatan Dengan Teknologi Sebagai Variabel Moderating. 13(September), 1480 –1494. https://doi.org/10.34127/jrlab.v13i3.1193
Agustina, S. A., Choiril, H. M., & Hidayat, R. (2017). Pengaruh perebusan terhadap kadar kalsium pada bayam hijau (Amaranthus tricolor, L) dengan metode kompleksometri. Motorik, *12*(24), 76–82.
Aisyah, Y., Rasdiansyah, & Muhaimin. (2014). Pengaruh pemanasan terhadap aktivitas antioksidan pada beberapa jenis sayuran. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, *6*(1).
Bait, Y., Loa, S. R. T., Nunu, N., & Adam, M. F. (n.d.). Analisis kandungan vitamin C selama proses perebusan terhadap sayur sawi hijau. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan.
Dharmadewi, A. I. M. (2020). Analisis kandungan klorofil pada beberapa jenis sayuran hijau sebagai alternatif bahan dasar food supplement. Jurnal Biologi. https://doi.org/10.5281/zenodo.4299383
Ernaini, Y., Supriadi, A., & Rinto. (n.d.). Pengaruh jenis pelarut terhadap klorofil dan senyawa fitokimia daun kiambang (Salvinia molesta Mitchell) dari perairan rawa. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia.
Indrasti, D., Andarwulan, N., Purnomo, E. H., & Wulandari, N. (2019). Klorofil daun suji: Potensi dan tantangan pengembangan pewarna hijau alami. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, *24*(2), 109–116.
Muchtar, R., Fudiesta, Y., Sukrido, & Windaryanti, D. (2017). Analisis pengaruh waktu pemanasan terhadap kadar oksalat dalam bayam hijau (Amaranthus hybridus) dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Sains dan Kesehatan, *1*(8), 415–421. https://doi.org/10.25026/jsk.v1i8.81
Puspita, D., Merdekawati, W., & Mahendra, A. P. S. (n.d.). Penurunan konsentrasi klorofil krim sup Caulerpa racemosa yang dikeringkan dengan vacuum drying oven. Jurnal Teknologi Pangan.
Sari, P. D., Hudi, L., Al-Machfudz, & Nurkhaliza, A. (2026). Kadar klorofil ekstrak daun pepaya pada jenis pelarut dan kadar zat penstabil yang berbeda. Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.
Afri, S. N., Rahmadani, R., & Audina, M. (2023). Pengaruh Waktu Pemanasan Bayam Merah dan Bayam Hijau Terhadap Kadar Oksalat dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Sains Medisina, 1(6), 335-338.
Yuliasih, I., & Mawaddah, H. A. (2022). MINIMALLY PROCESS PADA DAUN KALE (Brassica oleracea var. acephala). Journal of Agroindustrial Technology/Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 32(3).
Afri, S. N., Rahmadani, & Audina, M. (2023). Pengaruh waktu pemanasan bayam merah dan bayam hijau terhadap kadar oksalat dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Sains Medisina, *1*(6), 335–338.