Abstract
UMKM pengolahan ikan Gorontalo bergantung 80-90% pada metode manual produktivitas 20-50 kg/hari dan kerusakan 15-30% meskipun potensi produksi 128.923 ton/tahun dan pertumbuhan UMKM 28%, menghadapi risiko keselamatan kerja tinggi dan efisiensi rendah yang menghambat ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketergantungan metode manual serta kendala akses teknologi, modal KUR 6%, dan pelatihan melalui studi pustaka sistematis dari Google Scholar, Neliti, Garuda, BPS Gorontalo. Hasil menunjukkan keunggulan manual dengan modal nol, fleksibilitas musiman, keterampilan lokal 90% yang membuat bantuan meja stainless Pemkot lebih diterima daripada vacuum sealer, akan tetapi distribusi bantuan coolbox terbatas.