Abstract
Proses penetasan menggunakan mesin tetas merupakan langkah penting untuk meningkatkan populasi puyuh secara efektif dan terkontrol. Namun, kontaminasi mikroorganisme pada mesin tetas sering kali menjadi penyebab rendahnya daya tetas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sirih (Piper betle L.) sebagai desinfektan alami pada mesin tetas terhadap fertilitas, daya tetas, dan mortalitas embrio telur puyuh. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 6 April hingga 23 April 2026 di Lab Basah Sekolah Vokasi IPB University. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua perlakuan dan tiga ulangan, menggunakan total sampel 90 butir telur puyuh. Perlakuan terdiri atas P0 (kontrol menggunakan desinfektan komersial) dan P1 (menggunakan ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 50%). Data dianalisis secara statistik menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun sirih tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai fertilitas (P0: 63,65%; P1: 61,42%), daya tetas (P0: 76,40 ± 20,54; P1: 76,76 ± 20,18), maupun mortalitas embrio (P0: 56,93 ± 37,35; P1: 56,56 ± 37,64). Meskipun demikian, penggunaan ekstrak daun sirih konsentrasi 50% memperlihatkan kecenderungan peningkatan daya tetas yang lebih tinggi serta mampu menekan angka kematian embrio menjelang menetas (dead in shell) hingga 0,00% dibandingkan kontrol (3,57%). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih berpotensi menjadi alternatif desinfektan alami, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi yang lebih beragam.References
Armia Z. 2022. Inseminasi buatan (IB) terhadap daya tetas telur ayam kampung. Jurnal Ilmu Peternakan. 10(1): 44–48.
Herwin, Aka R, Has H. 2024. Penggunaan daun sirih sebagai desinfektan terhadap daya hidup embrio, daya tetas dan tingkat kematian embrio ayam KUB (Kampung Unggul Balitnak). Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo. 6(2): 134–138.
Indrawati E, Saili T, Rahadi S, Nafiu LO. 2015. Fertilitas, daya hidup embrio, daya tetas dan bobot tetas telur ayam ras hasil persilangan inseminasi buatan dengan ayam Tolaki. JITRO.
Ramadhani MN, Firdaus A, Umami M. 2025. Analisis senyawa fitokimia dan tren penelitian pada daun sirih hijau (Piper betle L.): pendekatan eksperimental dan bibliometrik. Bioed: Jurnal Pendidikan Biologi. 13(2): 108–127. DOI: http://dx.doi.org/10.25157/jpb.v13i2.19837.
Ruhana SM, Nuraini N, Badaruddin R. 2020. Fertilitas dan daya tetas telur serta rasio jenis kelamin ternak puyuh (Coturnix coturnix japonica) pada indeks telur berbeda. Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo. 2(2): 195–198.
Septiyani D, Prakoso H, Warnoto. 2016. Pengaruh sanitasi dengan metode penggelapan pada penetasan telur itik menggunakan ekstrak daun sirih (Piper batle L.) terhadap daya tetas dan mortalitas embrio. Jurnal Sains Peternakan Indonesia. 11(1).
Sujana E, Widjastuti T, Setiawan I, Anang A. 2018. Karakteristik hasil penetasan puyuh pedaging malon dan Jepang terseleksi generasi ke lima. Jurnal Ilmu Ternak. 18(2): 110–114. DOI: 10.24198/jit.v18i2.18287.
Sujana E, Widjastuti T, Setiawan I, Anang A. 2018. Karakteristik hasil penetasan puyuh terseleksi generasi kelima. Jurnal Ilmu Ternak. 18(2): 110–114.
Utami H, Badaruddin R, Has H. 2021. Pengaruh lama penyimpanan dan penggunaan desinfektan jus daun sirih (Piper betlelinn) terhadap fertilitas, daya hidup embrio dan daya tetas telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo. 3(3): 286–290.