Abstract
Tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun pertumbuhannya pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) sering terhambat karena sifat tanah yang masam, kejenuhan basa rendah, serta kandungan unsur hara makro dan mikro yang terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan tanaman memerlukan perlakuan budidaya tambahan untuk mendukung pertumbuhan dan hasil yang optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan teknik pemangkasan dan aplikasi pupuk hayati yang berperan dalam meningkatkan ketersediaan hara serta aktivitas mikroba di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik antara jenis pemangkasan dan konsentrasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah PMK. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan dua faktor, yaitu jenis pemangkasan (wiwilan dan cabang utama) serta konsentrasi pupuk hayati (10 ml/L, 15 ml/L, 20 ml/L, dan 25 ml/L). Terdapat delapan kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah, diameter buah, berat buah per buah, dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan wiwilan dengan konsentrasi pupuk hayati 10 ml/L merupakan perlakuan yang terbaik dalam meningkatkan jumlah dan berat buah.References
Asdani, R. N. 2017. Pemangkasan cabang utama terhadap pertumbuhan dan produksi varietas tomat Servo F1. Skripsi. Universitas Brawijaya, Malang.
Astari. 2014. Dasar-dasar Hortikultura: Bumi Aksara, Jakarta.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2023. Statistik Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat 2023. Pontianak: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.
Kalsumy, U., & Nihayati, E. 2019. Pengaruh Interval Fertigasi dan Perbedaan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat Cherry (Lycopersicum cerasiformae Mill.) dengan Sistem Hidroponik. Jurnal Produksi Tanaman, 6(11).
Nazimah, Nilahayati, Safrizal dan Ary Jeffri. 2020. Respon Pemberian Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Jurnal Agrium. 17(01): 67-73.
Prajnanta, F., 1998. Mengatasi Permasalahan Bertanam Tomat. Penebar Swadaya, Jakarta. 71 hal.
Setiawati, M. R., Safitri, E., Indrayani, S. N., Fatimah, E. E., Qurnia, N. F., Hindersah, R., & Suryatmana, P. 2021. Perbedaan Konsentrasi Pupuk Hayati Cair Berbasis Azolla terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.). https://doi.org/10.33512/jur.agroekotetek.v13i2.13161Jurnal Agroekoteknologi, 13(2), 191.
Shafira, O., Hendarto, K., Ginting, J. C., & Ramadiana, S. (2022). Pengaruh dosis pupuk kandang ayam dan aplikasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon (Cucumis melo L.). Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 10(1), 43–50.
Suhartatik, E dan R. Sismiyati. 2000. Pemanfaatan pupuk organik dan agent hayati pada padi sawah. DalamSuwarno, (Eds.). Prosiding Tonggak Kemajuan.
Waluyo, T. 2020. Analisis Finansial Aplikasi Dosis dan Jenis Pupuk Organik Cair terhadap Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Ilmu dan Budaya, 41(70).